Petambak Udang Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Isinya Menohok Sekaligus Menggelikan

Petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang ini menyebarkan surat terbuka untuk presiden melalui akun media sosialnya.

Petambak Udang Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Isinya Menohok Sekaligus Menggelikan
Tribunlampung/Endra
Kondisi jalan rusak di Dipasen 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Keinginan pemerintah untuk mendorong BUMN, BUMD dan pemerintah daerah untuk lebih kreatif mencari pendanaan untuk pembangunan infrastruktur pada pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (18/1/2018), mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.

Salah satu tanggapan yang menarik berasal dari seorang petambak udang di Lampung yang bernama Arie Suharso.

Meskipun terlihat tidak memahami sepenuhnya akan agenda pemerintah tersebut, petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang ini menyebarkan surat terbuka untuk presiden melalui akun media sosialnya.
 
Dalam surat terbukanya, Arie Suharso beranggapan bahwa langkah pemerintah mendorong BUMN, BUMD dan Pemda dalam masalah perbaikan infrastruktur akan memperlambat realisasi perbaikan jalan di kampung halamannya. 

Dan meskipun cukup menggelikan dalam surat terbukanya ia juga menyampaikan usulan  langkah-langkah strategis guna mempercepat pengumpulan anggaran untuk perbaikan jalan di daerahnya.

Berikut isi surat terbuka yang ditujukannya pada presiden : 

Mungkin begini yang namanya "SURAT TERBUKA"

Bapak presiden Joko widodo yang kami hormati..

Kalau posting di media sosial macam ini bisa disebut sebagai surat terbuka, maka tanpa sedikit pun mengurangi rasa hormat dengan surat terbuka ini kami mohon izin kepada bapak presiden untuk merangkai sedikit kata karena bimbangnya kami menangkap makna kalimat yang bapak presiden sampaikan dan kami terima lewat media. 

"Jokowi menginginkan pembangunan infrastruktur baik pusat ataupun tidak hanya tergantung pada kas negara atau Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), sebab APBN lebih untuk kepentingan rakyat." Kompas.com 19 januari 2018.

Halaman
1234
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved