Petambak Udang Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Isinya Menohok Sekaligus Menggelikan

Petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang ini menyebarkan surat terbuka untuk presiden melalui akun media sosialnya.

Petambak Udang Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Isinya Menohok Sekaligus Menggelikan
Tribunlampung/Endra
Kondisi jalan rusak di Dipasen 

Dan jikalau pun kami yang bodoh ini diperkenankan juga izinkan untuk memberi masukan dan usulan, terkait bagaimana caranya agar cepat kumpul anggaran pendukung APBN  guna perbaikan jalan kami ini, maka kami usulkan benerapa hal sebagai berikut :

1. Buatkan lah satu badan dan satu sistem yang amanah terkait dengan penerimaan pajak dan pemasukan negara lainnya yang khusus untuk wilayah di sepanjang jalan kami ini.

2. Buatkanlah aturan main supaya semua kewajiban kami, rakyat lainnya, dan semua perusahaan serta badan usaha di sepanjang jalan kami ini mau pun yang sekedar melintasinya, seperti pajak, retribusi, dan lainnya dana nya di tampung dalam satu wadah yang langsung di alokasikan untuk perbaikan jalan kami ini.

3. Kalau lah sudah baik jalan ini dan infrastruktur lainnya di daerah kami, bolehlah semua kembali seperti sediakala.

Akhir kata, mohon maaf kalau lah ini seakan tidak sejalan dengan kehendak  bapak presiden yang menginginkan BUMN atau BUMD yang turun tangan bantu perbaikan jalan kami.

Bukanlah kami tidak percaya tapi kami khawatir akan jangka waktunya yang mungkin akan terlalu lama.

Didalam foto yang kami lampirkan bersama surat terbuka ini pun bapak bisa melihat bahwa Salah satu BUMN terbaik kita pun jadi korban dari rusaknya jalan ini dan sama sekali tidak berbuat apa-apa.

Ironisnya lagi dalam foto itu justru armada milik BUMN kita bukan hanya sekadar jadi korban tapi juga berbagi masalah ke kami yang harus sabar dalam kemacetan karna mobil milik BUMN kita ini terjebak dikubangan dan menutupi badan jalan.

Demikian surat terbuka dari kami masyarakat di ujung jalan nasional poros rawajitu , kami sadar bahwa jalan kami yang panjangnya kurang dari 80km ini bukan satu-satu jalan yang harus difikirkan,  

Kami pun mengerti walau di sepanjang jalan ini ada ribuan rakyat dan bermacam komoditas unggulan yang mampu kami produksi jalan kami ini bukanlah satu-satunya persoalan di negeri ini. 

Halaman
1234
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved