750 Warga Rejosari Imunisasi Ulang Cegah Difteri

Lebih dari 750 warga Pekon Rejosari, Kecamatan Ulu Belu diimunisasi ulang untuk mencegah penyebaran wabah difteri.

750 Warga Rejosari Imunisasi Ulang Cegah Difteri

 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Lebih dari 750 warga Pekon Rejosari, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus diimunisasi ulang untuk mencegah penyebaran wabah difteri.

Menurut Bambang Sutejo, Kasi Surveillance dan Imunisasi, mewakili Kadiskes Sukisno, imunisasi ulang ini sebagai outbreaks respon immunization (ORI), atau penanganan kasus kejadian luar biasa (KLB).

Baca: (VIDEO) 22 Ton Beras Habis Diserbu Masyarakat Gisting

"Jumlah yang diimunisasi ulang lebih dari target, semula 600 orang ternyata lebih dari 750 orang. Ini karena orang dewasa lebih dari 19 tahun minta diimunisasi. Jadi usia 1-19 tahun memang kisaran 600 orang, sisanya dewasa," ujar Bambang, Rabu 24 Januari 2018

ORI dipusatkan di balai pekon. Pesertanya siswa SDN 1 Rejosari sebanyak 96 anak, lalu siswa SDN 2 Rejosari 73 anak, lantas balita di atas dua tahun, serta remaja sampai usia 19 tahun 389 orang.

Vaksin yang diberikan untuk usia 1-5 tahun diberi DPT Hb Hib, lalu usia 5-7 tahun diberi DT, dan usia 7-19 tahun serta dewasa diberi Td. Agar memudahkan pemberian vaksin, maka tiap kelompok usia dibagi ke beberapa tempat penyuntikan.

Untuk paramedis yang terlibat penyuntikan sekitar 20 orang terdiri dokter umum, dokter gigi, perawat dari Puskesmas Ngarip, Ulu Belu, dan beberapa bidan di Kec. Ulu Belu.

Baca: Adeham Meninggal Karena Sakit Jantung

ORI di Pekon Rejosari, Ulu Belu tergolong ORI lokal, yakni tempat ditemukannya suspect difteri. Di Lampung ditetapkan tiga kabupaten harus laksanakan ORI yakni Tanggamus, Pringsewu dan Lampung Utara.

Bupati Tanggamus Samsul Hadi berharap tindakan seperti ini bisa mencegah penyebaran difteri. Terima kasih kepada warga Pekon Rejosari yang aktif mengajak anak-anaknya diimunisasi ulang.

Menurut Cikmah, Kepala Puskesmas Ngarip, Ulu Belu, sebelumnya sudah adakan sosialisasi, pengkondisian, bahkan sampai gladi. "Dari kemarin-kemarin kami sudah persiapan, sebab di sini KLB sehingga harus diambil tindakan yang maksimal," ujarnya.

Ia mengaku, sampai selesai pemberian vaksin, tidak ada warga yang alami efek samping seperti kejang-kejang. Diskes Tanggamus juga sudah siapkan penanganan apabila timbul dampak ORI.

"Kalau yang anak-anak takut disuntik wajarlah, tapi tidak menghambat, semuanya mendapat imunisasi," kata Cikmah. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved