BREAKING NEWS LAMPUNG

Rektor Itera Sebut ”Nobar” Gerhana Bulan sebagai Laboratorium Alam

Ofyar mengaku Itera memiliki 20 teleskop. Namun, yang dipakai untuk ”nobar” hanya 12 unit.

Rektor Itera Sebut ”Nobar” Gerhana Bulan sebagai Laboratorium Alam
tribunlampung/perdi
Penampakan super blue blood moon di Itera. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 12 teropong disebar di sejumlah titik seputaran danau Itera. Teropong tersebut disediakan untuk masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena alam super blue blood moon, Rabu, 31 Januari 2018 malam.

Rektor Itera Profesor Ofyar Z Tamin menuturkan, kegiatan ”nobar” gerhana bulan ini menjadi salah satu bentuk sumbangan kampusnya untuk masyarakat. 

Baca: Nobar Super Blue Blood Moon di Itera, Ada yang Penasaran, Ada yang Ingin Belajar

"Ini salah satu sumbangan berupa laboratorium alam kita kepada masyarakat untuk bisa melihat langsung bagaimana fenomena alam ini terjadi," ungkap Ofyar.

Dalam kesempatan ini, lanjut Ofyar, ada tiga fenomena alam yang terjadi. "Ada tiga fenomena, yakni bulan posisi terdekat dengan bumi. Kedua, fenomena dua kali purnama dalam satu bulan. Terakhir, fenomena gerhana bulan total," tuturnya.

Baca: FOTO: Detik-detik Penampakan Super Blue Blood Moon di Itera

Menurutnya, fenomena ini hanya terjadi 150 tahun lalu.

Ofyar mengaku Itera memiliki 20 teleskop. Namun, yang dipakai untuk ”nobar” hanya 12 unit.

"Khusus malam ini kita hanya mengeluarkan 12. Ada tujuh teleskop biasa dan lima teleskop berkualitas tinggi dan pembesaran," sebutnya.

Ofyar menambahkan, gelaran ini aakan dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. "Tadi itu ada 300 orang yang daftar melalui online. Tapi, ini terus bertambah. Diperkirakan bisa sampai 700 orang," tutupnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved