BREAKING NEWS LAMPUNG

Berharap Ambulans Gratis, Pasien Terpaksa Merogoh Kocek Rp 520 Ribu

Novianti pun menjadi bimbang, karena terbentur antara kebutuhan dan persoalan biaya.

Tribunlampung/Anung
Ambulans 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Larangan penggunaan ambulans gratis milik Pemerintah Kota Bandar Lampung membuat Novianti (29) kecewa. Ia pun terpaksa merogoh kocek Rp 520 ribu untuk mengantar jenazah ayahnya ke rumah duka di Perumahan Permata Asri, Karanganyar, Lampung Selatan.

"Benar, saya menelepon jasa ambulans gratis untuk membawa jenazah ayah saya pulang ke rumah duka di Perumahan Permata Asri Karanganyar, tapi nggak datang-datang," katanya, Jumat, 2 Februari 2018.

Baca: Larang Pasien Pakai Ambulans Pemkot, Begini Jawaban RSUAM

Saat itu, Novianti pun merasa pelayanan ambulans gratis tersebut pilih kasih. Karena merujuk pada kasus sebelumnya seperti kasus bayi yang dibawa menggunakan angkutan kota lalu diantarkan ambulans gratis ke Kotabumi, Lampung Utara.

"Saya nggak tahu apa-apa. Tiba-tiba ada perawat yang menghampiri saya dan menanyakan jenazah akan dibawa ke mana. Saya bilang ke Karanganyar. Perawat itu balik menimpali jika ambulans gratis tersebut hanya beroperasi di kawasan Bandar Lampung," tuturnya.

Novianti pun menjadi bimbang, karena terbentur antara kebutuhan dan persoalan biaya. Namun karena ada penjelasan dari perawat Novianti pun mengurungkan niatnya untuk menggunakan jasa ambulans gratis.

Baca: Ada-ada Saja, Ambulans Pemkot Dilarang Jemput Jenazah di RSUAM

"Kalau pakai mobil ambulans pikir saya bisa bantu mengurangi biayalah, tapi karena dengar juga penjelasan perwat, saya akhirnya pesan jasa ambulans rumah sakit," katanya.

Novianti pun membatalkan ambulans gratis pemkot dan menggunakan mobil ambulans milik RSUAM. "Nggak ada kabar juga dari pihak ambulans gratis pemkotnya, bisa atau nggaknya. Saya pikir kok gini amat ya. Penanganannya lama apa karena gratis, ya saya batalkan," paparnya.

Novianti pun mengaku harus merogoh kocek Rp 520 ribu untuk menggunakan jasa ambulans di RSUAM. "Itu saya bayar Rp 520 ribu, padahal nggak sampai Metro, Karanganyar kan dekat sih. Sudah itu lama sekali saya muter-muter dan nunggu baru bisa dapat ambulans rumah sakit. Saya ngerasa kok gini banget ya sewaktu ayah saya meninggal," ujar wanita yang tinggal di Way Halim, Bandar Lampung ini.

Setelah beberapa hari, Novianti pun baru tahu mengapa mobil ambulans gratis tak kunjung datang. Ternyata sempat diadang oleh beberapa petugas ketika akan menjemput jenazah ayahnya. Dan dia pun sangat menyayangkan tindakan dari pihak RSUAM.

"Tidak semua pasien ini mampu, kalau warga kurang mampu terus keluarganya meninggal, nggak bisa sewa mobil ambulans dengan tarif tinggi kan kasihan. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi," harapnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved