BREAKING NEWS LAMPUNG

Herman HN: Ambulans Pemkot Boleh Antar Pasien ke Mana Saja

Namun, kata Herman, ambulans itu siap mengantarkan ke mana saja asal masih dalam wilayah Provinsi Lampung.

Tribunlampung
Wali Kota Herman HN saat meluncurkan armada ambulans gratis beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Insiden larangan pemakaian ambulans oleh pihak RSUAM mendapat tanggapan dari Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Ia menegaskan, mobil ambulans gratis itu memang disediakan khusus untuk warga Bandar Lampung.

Namun, kata Herman, ambulans itu siap mengantarkan ke mana saja asal masih dalam wilayah Provinsi Lampung. "Kalau permintaannya orang Bandar Lampung, misalnya ada saudaranya meninggal minta tolong ke Kotabumi, ya kami antar," ujar Herman, Jumat, 2 Februari 2018.

Baca: Berharap Ambulans Gratis, Pasien Terpaksa Merogoh Kocek Rp 520 Ribu

Herman pun menegaskan, mobil ambulans itu adalah untuk rakyat Bandar Lampung, sehingga tidak ada pembatasan ke mana pun mengantarnya, asalkan permintaan tersebut berasal dari warga Kota Bandar Lampung.

"Karena yang beli (mobil ambulans) itu rakyat Bandar Lampung. Jadi masa saudara saya dibawa ke sana nggak boleh. Nah itu," katanya.

Terkait pelarangan ambulans gratis Pemkot Bandar Lampung menjemput jenazah di RSUAM untuk diantar ke Karanganyar, Lampung Selatan, Herman enggan berkomentar banyak.

Baca: Ada-ada Saja, Ambulans Pemkot Dilarang Jemput Jenazah di RSUAM

"Ya terkait pelarangan itu terserahlah. Pokoknya, berarti mereka (RSUAM) tidak mau menggratiskan orang yang memerlukan. Kalau dari ambulans Kota Bandar Lampung gratis. Mulai dari mana saja saya gratiskan," tandasnya.

Untuk memesan layanan ambulans, masyarakat hanya perlu menghubungi call center di nomor 082278221400 atau langsung ke Tugu Adipura maupun kantor Pemkot Bandar Lampung di Jalan Dr Susilo. Syaratnya hanya menyerahkan fotokopi KTP dan KK.

Baca: Larang Pasien Pakai Ambulans Pemkot, Begini Jawaban RSUAM

Larangan penggunaan ambulans gratis milik Pemerintah Kota Bandar Lampung membuat Novianti (29) kecewa. Ia pun terpaksa merogoh kocek Rp 520 ribu untuk mengantar jenazah ayahnya ke rumah duka di Perumahan Permata Asri, Karanganyar, Lampung Selatan. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved