BREAKING NEWS LAMPUNG

Pasien Dilarang Pakai Ambulans Gratis, Pengamat: Itu Kekeliruan Besar

Sehingga tidak boleh dihalangi karena hanya persoalan wilayah administrasi, prosedur, aturan, sarana dan prasarana.

Tribunlampung
Wali Kota Herman HN (kiri) saat meresmikan ambulans gratis beberapa waktu lalu. 

Baca: Ada-ada Saja, Ambulans Pemkot Dilarang Jemput Jenazah di RSUAM

Pengelola boleh saja membuat kebijakan-kebijakan. Tapi, tidak boleh kaku dalam penerapannya. Misalnya, pasien dalam kondisi kritis karena persoalan sesuatu dan lainnya.

"Jangan dihalangi lagi. Misal mau ke rumah sakit di Bandar Lampung harus ke puskes dulu dan tidak ada rujukan dan sebagainya. Sebab, persyaratan-persyaratan itu bisa disusulkan karena yang paling penting penanganan dan penyelamatan masyarakat," katanya.

Aturan silakan dibuat sesuai kewenangan dan lembaganya. Tapi, kepekaan terhadap kemanusiaan itu menjadi yang utama. Oleh karenanya, masyarakat harus dilayani.

Oleh sebab itu, pihak terkait dalam hal ini manajemen rumah sakit harus mengevaluasi dan DPRD juga mengevaluasi kasus-kasus seperti ini supaya jangan sampai terulang lagi.

Larangan penggunaan ambulans gratis milik Pemerintah Kota Bandar Lampung membuat Novianti (29) kecewa. Ia pun terpaksa merogoh kocek Rp 520 ribu untuk mengantar jenazah ayahnya ke rumah duka di Perumahan Permata Asri, Karanganyar, Lampung Selatan. (*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved