Dicekoki Minuman Khas Jepang, Wanita Ini Tak Sadar Telah Serahkan Tubuhnya

kejadian bermula saat korban berkenalan dengan pelaku lewat aplikasi Tinder. Entah bagaimana awalnya, pelaku bisa membujuk korban

Dicekoki Minuman Khas Jepang, Wanita Ini Tak Sadar Telah Serahkan Tubuhnya
Desinema
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Di salah satu hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, seorang mahasiswi berinisial S (21) disetubuhi pria kenalannya. Korban dicekoki sake oleh pria yang dikenalnya melalui aplikasi media sosial Tinder.

Penasihat hukum korban, Azam Khan, mengatakan, kejadian bermula saat korban berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi media sosial Tinder. Entah bagaimana awalnya, pelaku bisa membujuk korban untuk bertemu.

Baca: 9 Manfaat Tak Terduga Teh Hijau Selain Bikin Langsing

“Awalnya korban tidak menanggapi pelaku yang baru dikenal. Tapi pelaku terus membujuk untuk bertemu dan akhirnya berhasil bertemu di sebuah restoran," kata Azam, Rabu (7/2/2018).

Dalam perbincangan di restoran tersebut, pelaku menyodori minuman beralkohol, sake, kepada korban. Korban yang tidak sadarkan diri setelah minum sake itu, menyadari sudah berada di sebuah hotel yang diduga telah dipesan pelaku sebelum pertemuan.

“Korban dipaksa untuk minum sake hingga setengah sadar. Setelah itu korban yang tidak berdaya dan dibawa ke sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara dengan menggunakan mobil,” katanya.

Pada saat berada di hotel itulah korban disetubuhi oleh pelaku. Tidak terima dengan perbuatan tersebut, korban lalu melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara dengan nomor LP/1126/K/IX/2017/PMJ/RESJU pada 25 September 2017.

“Diduga pelaku sudah berniat jahat terhadap korban," katanya.

Baca: Usai Video Mesum Bocah dengan Wanita Dewasa Tersebar, Salah Satu Tersangka Melahirkan

Namun karena merasa kasusnya tidak ditanggapi, Azam bersama kliennya tersebut melayangkan surat perlindungan hukum ke Polda Metro Jaya. Selain itu pihaknya juga mendesak agar kasus tersebut diusut hingga tuntas.

“Kami mendesak kepolisian agar segera memproses pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka. Ini adalah kasus pidana dengan Pasal 285 jo 286 KUHP dengan ancaman hukuman 9 hingga 12 tahun penjara. Penyidik wajib menahan," katanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Febriansyah mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu mengingat kasus tersebut sudah lama. Sehingga dapat dipastikan sudah sejauh mana perkembangan kasus tersebut.

“Nanti saya cek,” katanya singkat.
 

Editor: soni
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved