Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Batu Tulis di Pekon Air Abang Ulu Belu Berisi Simbol-simbol

Batu bertulis di Pekon Air Abang, Kecamatan Ulu Belu Tanggamus Lampung tidak diketahui masyarakat banyak karena tidak ada kisah khusus

Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Batu bertulis di Pekon Air Abang, Kecamatan Ulu Belu Tanggamus Lampung  tidak diketahui masyarakat banyak karena tidak ada kisah khusus terkait batu ini.

Lokasi batu ada di hutan marga, di lereng bukit dengan kemiringan tanah yang curam. Selain tertutup rimbunnya pohon kopi, bentuk batu yang biasa membuat warga jarang memperhatikannya.

Baca: Kejinya Perang Saudara, Tentara Suriah Bombardir Kota Ghouta Timur, 19 Anak Tewas

Jika sekilas, pada permukaan batu hanya terdapat garis-garis alur retakan batu. Belum lagi lumut turut menutupi. Namun jika diamati dan diraba akan nampak simbol-simbol seperti halnya tulisan.

Baca: (VIDEO) Arist Merdeka Sirait Kunjungi Ponpes Al Kirom

Simbol yang masih jelas terlihat adalah garis berbentuk trapesium dan beberapa garis lengkung tanpa jelas melambangkan apa.

"Saya juga tidak tahu apakah itu tulisan atau apa, pokoknya bentuk kotak-kotak. Mungkin saja dulu itu tulisan, cuma karena sudah lama akhirnya hilang," ujar Bagus, warga Pekon Air Abang sekaligus pemilik kebun di lokasi batu tulis.

Ia mengaku, sebenarnya mengetahui batu tersebut bertulis sejak lama. Namun karena simbol tersebut sulit dipahami dan juga tidak ada warga yang bercerita mendalam, maka Bagus pun menganggapnya batu biasa.

"Dulu batu itu pernah saya gali tanah sekitarnya. Saya penasaran ada apanya. Tapi digali sampai dalam ya isinya cuma garis-garis begitu saja. Saya tidak tahu maksudnya dan orang tua saya juga tidak pernah cerita apa-apa," ujar Bagus.

Ia mengaku batu tersebut secara keseluruhan berbentuk memanjang dan masuk ke dalam tanah. Sisi batu yang ada di permukaan tanah hanya sebagian kecil dari ujung atasnya.

Pengamatan awam batu tersebut berjenis split, sebuah jenis batu yang biasa ada di daerah pengunungan atau sungai.

Sedangkan bentuk yang nampak hanya berupa gundukan, terbagi dua sisi, satu rata dan sisi lainnya melengkung. Sayang material yang tidak begitu kuat menjadikan batu mudah pecah.

"Berhubung saya tahu batu itu ada seperti tulisan, saya tidak berani menggunakan atau memecahnya, dibiarkan saja begitu. Kalau mau diambil juga sulit sebab masuk ke dalam tanah dan di tempat yang miring," terang Bagus. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved