Pilbup Lampura

Waduh, Empat PPS Abung Timur Mengundurkan Diri karena Gaji Disunat

Ia merasa terkejut karena hanya menerima saat menerima gaji Rp 722 ribu. Padahal, gaji yang seharusnya diterima sebesar Rp 752 ribu.

Waduh, Empat PPS Abung Timur Mengundurkan Diri karena Gaji Disunat
tribunlampung/anung
Empat PPS Abung Timur ini mengundurkan diri karena gaji dipotong. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Empat panitia pemungutan suara (PPS) di Desa Bumi Agung Marga, Abung Timur mengundurkan diri. Rinciannya, dua anggota PPS dan dua pegawai sekretariat PPS.

Alasannya, mereka tidak terima dengan adanya pemotongan gaji sebesar Rp 30 ribu. Pemotongan gaji diduga dilakukan oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat.

"Meski jumlah nominalnya tak seberapa, kami enggak terima karena pemotongan ini dilakukan tanpa musyawarah," kata Ketua PPS Desa Abung Timur Sudirman, Kamis, 8 Februari 2018.

Pemotongan pertama kali diketahui saat menerima gaji bulan Januari. Ia merasa terkejut karena hanya menerima saat menerima gaji Rp 722 ribu. Padahal, gaji yang seharusnya diterima sebesar Rp 752 ribu.

"Sekretariat PPS bilang kalau pemotongan ini untuk pembuatan kartu identitas PPS sesuai instruksi dari PPK" tutur Sudirman.

Baca: Aksi Damai Libatkan 18 Komunitas Sopir Taksi Online

Baca: Permenhub 108 Adu Domba Taksi Online vs Konvensional

Sudirman mengaku tidak mempersoalkan adanya pemotongan itu jika ada pemberitahuan sebelumnya. "Kalau sebelumnya diberi tahu, kami pasti tak keberatan karena nilainya tak seberapa," terangnya.

Keterangan Sudirman dibenarkan oleh tiga rekannya yang juga mengundurkan diri, yakni Ahya Ardinan (anggota PPS), Hamsur dan Nurul Arif (pegawai sekretariat PPS).

Ahya mengaku adanya potongan ‎sebesar Rp 30 ribu itu. Ia menerima gaji kurang dari Rp 635 ribu sebagaimana biasa.

"Pemotongan gaji ini hanya terjadi pada bulan Januari. Kalau bulan November dan Desember sama sekali tidak ada pemotongan," tuturnya.

Ketua PPK Abung Timur Adi Seprriza membantah tudingan tersebut. Ia mengaku sudah memberi tahu soal adanya pemotongan gaji tersebut.

"‎Karena kami ingin membuat kartu identitas PPS yang sama atau seragam, makanya mereka dimintai iuran," jelas Adi via ponsel. (*)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved