Ya Allah, Yati

Siti Munawaroh tak kuasa menahan tangis saat berjumpa Marhayati di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/2) dini hari.

Editor: Yoso Muliawan
Tribunlampung.co.id/HO
Marhayati dijemput keluarganya di Bandara Soekarno-Hatta. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ENDRA ZULKARNAIN DAN GUSTINA ASMARA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Siti Munawaroh tak kuasa menahan tangis saat berjumpa Marhayati di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (8/2/2018) dini hari. Ibu dan anak yang terpisah tanpa kabar selama 14 tahun ini langsung berpelukan melepas kangen.

Tribun mendapat video momen perjumpaan Marhayati dan ibunya dari Hafizi, mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung asal Thailand.

Dalam video tersebut, Marhayati yang tiba di Bandara Soetta tampak memeluk ibunya, Siti Munawaroh.
Tangis keduanya pecah saat berpelukan.

"Ya Allah, Yati," kata Siti Munawaroh sembari terisak.

Kepada Tribun, Siti mengaku terharu berjumpa putrinya.

"Saya langsung nangis dan meluk anak saya. Sudah 14 tahun nggak ketemu, akhirnya bisa lihat dia lagi," tuturnya melalui ponsel, Kamis pagi.

Tak hanya Siti, anggota keluarga lainnya yang ikut menjemput juga tak kuasa menahan tangis. "Nangis semua. Sedih, bahagia, bisa ketemu lagi," ujar Siti.

Marhayati yang menumpang pesawat Air Asia dari Bangkok, Thailand, tiba di Bandara Soetta pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Setelah momen perjumpaan di bandara, Marhayati bersama rombongan ibunya keluar dari bandara sekitar pukul 03.00 WIB.

"Seneng campur sedih. Udah nggak takut lagi. Pengen deket sama ibu," tutur Marhayati melalui ponsel.

Hafizi, mahasiswa UIN Lampung asal Thailand yang menemani perjalanan Marhayati, berterimakasih kepada Konsulat Jenderal RI di Songkhla, Thailand, yang telah membantu kepulangan Marhayati.

"Alhamdulillah sudah sampai Indonesia. Terimakasih sama Konsulat Songkhla dan Kedutaan Besar RI yang bantu dan memfasilitasi perjalanan," jelas Hafizi melalui ponsel, Kamis pagi.

Marhayati dan ibunya pulang ke Lampung menumpang Bus Laju Prima dari Terminal Kalideres, Jakarta. Kepada Tribun, Hafizi mengirim foto tiket bus yang akan membawa mereka ke Bandar Lampung. Berdasarkan jadwal pada tiket, bus berangkat pada pukul 16.28 WIB.

Jika menghitung perjalanan darat dari Jakarta ke Bandar Lampung normalnya sekitar delapan jam, maka rombongan Marhayati akan tiba pada Jumat (9/2) dini hari pukul 00.25 WIB. Bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung kecepatan bus.

Pulang ke Rumah Ibu di Tubaba

Petugas Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung akan memfasilitasi penjemputan Marhayati di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Termasuk, perjalanan menuju kediaman keluarganya di Lampung.

"Kami akan fasilitasi penjemputan Marhayati sesampainya di Lampung. Rencananya, Marhayati naik bus. Perkiraan, sampainya malam," ujar Waydinsyah, petugas BP3TKI Lampung, melalui ponsel, Kamis (8/2/2018).

Kepala BP3TKI Lampung Mangiring Sinaga memastikan pihaknya akan menjemput Marhayati dan rombongan di Terminal Rajabasa. Ia memperkirakan rombongan Marhayati tiba tengah malam.

"Mereka berangkatnya sore (Kamis). Jadi kemungkinan tengah malam sampai Terminal Rajabasa. Kami akan jemput di terminal, lalu kami antar sampai Menggala C, Tulangbawang Barat (rumah ibu Marhayati)," jelasnya.

Mangiring mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Tubaba terkait pengondisian kepulangan Marhayati.

Namun, jika Marhayati dan keluarga ingin menginap terlebih dahulu di Bandar Lampung, pihaknya pun menyiapkan tempat istirahat di Shelter BP3TKI Lampung.

"Tapi, kalau mereka mau langsung pulang ke Tubaba, maka akan langsung kami antar ke sana," kata Mangiring.

"Alhamdulillah, Ini Kewajiban Bantu Sesama"

Sejak tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Marhayati selalu berdekatan dengan ibunya, Siti Munawaroh. Mereka bercengkerama melepas kangen.

Hafizi, mahasiswa UIN Raden Intan Lampung asal Thailand, mengabadikan momen melalui video ponsel.

Setelah sampai di Bandar Lampung, Hafizi akan menyerahkan pengantaran Marhayati ke rumah keluarganya kepada BP3TKI Lampung.

"Setelah ini saya akan kembali kuliah di UIN Raden Intan," ujar Hafizi yang sedang melanjutkan kuliah S2 di UIN yang sebelumnya bernama Institut Agama Islam Negeri itu.

Hafizi sendiri merasa bersyukur bisa menolong Marhayati pulang ke kampung halaman dan bertemu keluarganya.

"Alhamdulillah, ini adalah kewajiban kita bantu sesama manusia. Rasanya ikut senang. Ini adalah pengalaman pertama saya," tutur Hafizi.

Berikut Kronologi Kisah Marhayati

- Ke Jakarta umur 15 tahun, sempat kerja di Yayasan Nelly Asih
- Diberangkatkan ke Malaysia, jadi PRT 3 tahun
- Pindah ke Thailand, tinggal selama 11 tahun hingga menikah
- Video "ingin pulang" diviralkan Hafizi, mahasiswa UIN Lampung asal Thailand
- Diberitakan Tribun Lampung secara berseri
- Difasilitasi pulang oleh Konjen RI dan Kedubes RI di Thailand
- Sempat disidang, kena sanksi denda karena ilegal tinggal di Thailand
- Jumpa ibunya di Bandara Soetta, kini pulang ke Tubaba

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved