Pilgub Lampung 2018, 13 Fakta Para Calon yang Perlu Mendapat Perhatian
Berikut, 13 fakta unik mengenai para calon kontestan pada Pilgub Lampung 2018.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Prosesi Pilgub Lampung 2018 akan memasuki tahapan kampanye.
KPU telah melakukan pendaftaran bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, pada 8-10 Januari 2018 lalu.
Untuk memuluskan langkah di Pilgub Lampung 2018, sebanyak empat balon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah mendapatkan rekomendasi dari partai politik (parpol) pengusung.
Keempatnya adalah Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim yang diusung Partai Golkar, PAN, dan PKB; Mustafa-Ahmad Jajuli diusung Partai NasDem, PKS, dan Partai Hanura; Herman HN-Sutono diusung PDIP, serta Ridho Ficardo-Bachtiar Basri diusung Partai Demokrat, PPP, dan Partai Gerindra.
Berikut, 13 fakta unik mengenai para calon kontestan pada Pilgub Lampung 2018.
Baca: 5 Kota di Indonesia yang Berisi Mayoritas Wanita Cantik, Ini Bukti-buktinya
1. Ahmad Jajuli satu-satunya berlatar DPD
Berbeda dari tujuh orang lain yang akan menjadi peserta Pilgub Lampung 2018, yang memiliki latar belakang sebagai kepala daerah ataupun birokrat, Ahmad Jajuli menjadi satu-satunya calon kontestan yang memiliki latar belakang sebagai anggota DPD RI.
Ahmad Jajuli terpilih sebagai anggota DPD RI pada 2009. Pada 2014, ia terpilih kembali untuk periode kedua.
Selain sebagai anggota DPD RI, Ahmad Jajuli tercatat pernah menjadi anggota DPRD Lampung periode 2004-2009.

2. Chusnunia Chalim satu-satunya perempuan
Dari delapan orang yang akan mengikuti Pilgub Lampung 2018, Chusnunia Chalim merupakan satu-satunya perempuan.
Para peringatan Hari Kartini pada 2017 lalu, Chusnunia mengakui bahwa banyak tantangan yang harus ia hadapi saat memilih terjun ke dunia politik.
Namun, ia selalu memegang teguh prinsip selalu berpikir positif.
"Menjalani segala sesuatu itu mengalir saja. Misalnya, saya dulu saat berkampanye, bertemu dengan masyarakat, menyampaikan visi dan misi dan terpilih, semuanya itu dijalani saja, mengalir apa adanya. Kata kuncinya adalah selalu positif. Karena, kalau kita selalu berpikiran positif dan melakukan sesuatu yang positif, kepositifan itu juga akan kembali kepada diri kita," ujarnya, Jumat (21/4/2017).
Ia mengatakan, dunia politik bisa dibilang cukup "macho".
Baca: Wajah Politisi Ini Jadi Sampul Kardus Indomie Kemasan Khusus, Disebut Mau Ikut Pilpres 2019
Karena, banyaknya laki-laki yang terlibat.
Namun, itu bukan hambatan untuk menghentikan langkah perempuan, jika tertarik dan ingin terjun di dunia politik.

3. Arinal Djunaidi dan Sutono pernah jabat Sekprov Lampung
Arinal Djunaidi menjadi pejabat eselon tertinggi di Lampung dengan menjabat sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung, ketika Gubernur Lampung Ridho Ficardo mulai menjabat pada 2014.
Dua tahun kemudian, pada 2016, Arinal Djunaidi menyelesaikan masa jabatannya sebagai Sekprov Lampung karena pensiun.
Arinal kemudian digantikan Sutono.
Sutono pun memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekprov Lampung, dan memilih mendampingi Herman HN, sebagai balon Wakil Gubernur Lampung.

4. Ridho dan Herman perebutkan BE 1 untuk kedua kali
Balon Gubernur Lampung usungan Partai Demokrat, PPP, PAN, dan Partai Gerindra, Ridho Ficardo merupakan gubernur petahana.
Baca: Pria Ini Nekat Setubuhi Mayat Perempuan Cantik, Begini Kesialan yang Ia Dapatkan Setelahnya
Ridho menjabat gubernur setelah menjadi pemenang Pilgub Lampung 2014.
Saat menjadi kontestan Pilgub Lampung 2014, Ridho berpasangan dengan Bachtiar Basri, dan memiliki nomor urut 2.
Sementara pada nomor urut 3, ada nama Herman HN yang berpasangan dengan Zainudin Hasan.
Ridho-Bachtiar menjadi pemenang Pilgub Lampung 2014 dengan perolehan suara 44,96 persen.
Sementara, Herman HN-Zainudin berada di urutan kedua dengan perolehan suara 33,12 persen.
Pada Pilgub Lampung 2018, Ridho dan Herman akan kembali bersaing, untuk memperebutkan kursi BE 1.

5. Tiga Ketua Parpol
Setidaknya, ada tiga calon kontestan Pilgub Lampung 2018 yang menjabat sebagai ketua parpol tingkat Provinsi Lampung.
Ketiganya adalah Mustafa yang menjadi Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Arinal Djunaidi yang merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung, dan Ridho Ficardo yang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

6. Herman HN cuma didukung satu parpol
Herman HN yang berpasangan dengan Sutono menjadi balon gubernur dan wakil gubernur, yang paling sedikit mendapat dukungan parpol pada Pilgub Lampung 2018.
Lantaran, Herman HN-Sutono hanya diusung satu parpol, yakni PDIP.
Keduanya bisa cuma diusung satu parpol karena PDIP menjadi satu-satunya parpol yang jumlah kursinya memenuhi syarat, untuk mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi.
Adapun, syarat minimal kursi agar parpol bisa mengusung calon adalah 17 kursi.

7. Lima balon masih menjabat kepala daerah
Tercatat, lima balon yang akan menjadi kontestan Pilgub Lampung 2018 masih menjabat sebagai kepala daerah.
Dua orang yang masih menjabat bupati adalah Mustafa dan Chusnunia Chalim.
Mustafa merupakan Bupati Lampung Tengah.
Sementara, Chusnunia Chalim adalah Bupati Lampung Timur.
Adapun, Herman HN tercatat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandar Lampung.
Sedangkan, Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri saat ini menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

8. Ridho dan Bachtiar maju periode kedua
Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri merupakan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2014-2019.
Pada Pilgub Lampung 2018, keduanya kembali berpasangan.
Kondisi tersebut merupakan hal langka dalam gelaran pilkada di Indonesia.
Sebab, banyak pasangan kepala daerah berganti pasangan ketika hendak mencalonkan kembali.

9. Mustafa balon gubernur terkaya
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilansir KPK, Mustafa merupakan balon gubernur paling kaya pada Pilgub Lampung 2018.
Harta kekayaan Mustafa tercatat sebanyak Rp 9,953 miliar.
Herman HN berada di urutan kedua dengan harta kekayaan sebesar Rp 9,361 miliar.
Sementara di tempat ketiga ada Arinal Djunaidi, dengan nilai kekayaan sebesar Rp 8,524 miliar, dan uang asing sebesar 30 ribu dolar AS.
Adapun, Ridho Ficardo menempati urutan buncit dengan harta kekayaan sebesar Rp 7,192 miliar.
10. Ridho kehilangan Rp 5 miliar dalam setahun
Total kekayaan Ridho yang didaftarkan di LHKPN per 24 Juni 2014, sebesar Rp 7.192.420.416.
Kekayaan Ridho mengalami penuruan drastis dibanding harta kekayaannya yang dilaporkan pada Juni 2013, dengan nilai harta kekayaan mencapai Rp 12,3 miliar.
11. Chusnunia balon wakil gubernur terkaya
Harta kekayaan Chusnunia Chalim, yang masih menjabat sebagai Bupati Lampung Timur itu, tercatat sebesar Rp 4.411.646.162.
Sementara, balon wagub terkaya selanjutnya adalah petahana Bachtiar Basri, sebesar Rp 1,753 miliar.
Posisi ketiga balon wagub terkaya adalah Sutono, dengan harta kekayaan sebesar Rp 333,325 juta, yang dilaporkan pada 2005 silam.
Sedangkan, balon wagub Ahmad Jajuli menempati posisi juru kunci ihwal harta kekayaan, dengan nominal sebesar Rp 305 juta, yang dilaporkan pada November 2014.
12. Chusnunia dan Jajuli punya utang
Meski menjadi balon wagub terkaya, Chusnunia ternyata masih mempunyai utang Rp 400 juta.
Hal serupa terjadi pada Jajuli.
Ia juga mempunyai utang sebesar Rp 120 juta.
13. Punya tim khusus medsos
Keempat balon gubernur ternyata memiliki akun media sosia (medsos), berupa Facebook maupun Instagram.
Ternyata, mereka memiliki tim khusus untuk mengelola medsos.
Ketua Tim Medsos Herman HN, Aryanto mengatakan, tim yang ia pimpin beranggotakan 10 orang yang masih berusia muda.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang, antara lain mantan reporter, penulis blog, fotografer, maupun mahasiswa.
Koordinator Tim Medsos Mustafa, Mahrizal Sinaga pun memilih 10 anak muda sebagai anggota.
Hal itu lantaran anak muda dianggap memahami dan memiliki kemampuan mengelola fenomena digital tersebut.
Anak muda juga menjadi pilihan dalam Tim Media Ridho.
Meski begitu, Marketing Communication Tim Media Ridho Ficardo, Darmawan enggan mengungkapkan jumlah anggota tim media.
Baca: Dosen Paksa Cium Mahasiswinya Sampai Menangis Lalu Lempar Uang, Tak Sadar Terekam CCTV
Berbeda dari ketiganya, Tim Pemenangan Arinal Djunaidi, Slamet mengatakan, pihaknya masih menyewa event organizer (EO) untuk mengelola akun medsos Arinal untuk melakukan sosialisasi.
Itulah 13 fakta unik pada Pilgub Lampung 2018.