Melongok Tugu Gajah Mada di Pringsewu, Tempat Laskar Corps Polisi Militer Ditembaki Pesawat Belanda

Tugu Gajah Mada berdiri di salah satu persimpangan Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Melongok Tugu Gajah Mada di Pringsewu, Tempat Laskar Corps Polisi Militer Ditembaki Pesawat Belanda
Tribun Lampung
Anak-anak bermain di Monumen CPM, Pringsewu. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG R DIDIK BUDIAWAN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Tugu Gajah Mada berdiri di salah satu persimpangan Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Di tugu ini terdapat replika kepala sosok yang sangat berpengaruh pada zaman Kerajaan Majapahit.

Beberapa warga mendapat kabar burung mengenai keberadaan tugu yang persis berada di depan Gereja Kerasulan Baru itu. Informasi yang beredar, tugu itu tanda bahwa Gajah Mada pernah berada atau melintas di daerah Pringsewu.

Namun, lain hal dengan pernyataan Boyno (66), tokoh masyarakat yang pernah menjabat kepala Pekon Panggung Rejo periode 1975-1979. Ia mengungkapkan, tugu tersebut merupakan Monumen Corps Polisi Militer (CPM).

"Monumen itu dibangun sebagai tanda bahwa wilayah Panggung Rejo adalah markas atau bertahannya personel CPM pada agresi militer 1948-1949," tutur Boyno, Jumat (16/2/2018). "Saat itu, CPM menetap bersama warga yang hanya 36 KK," imbuhnya.

Lokasi berdirinya monumen tersebut merupakan tempat para CPM ditembaki oleh pesawat Belanda yang terbang rendah. Kala itu, sore hari, sejumlah CPM sedang berlatih berkuda.

"Beruntung, tidak ada korban jiwa. Tapi, kuda yang jadi andalan alat transportasi waktu itu tewas," kata Boyno.

Awalnya, Monumen CPM yang resmi didirikan pada 19 Juni 1988 ini hendak dibuat dengan variasi patung kuda oleh penggagasnya. Namun, dalam perjalanan perencanaannya, dirasa kurang pas sehingga terpilihlah replika Gajah Mada.

"Sebagai simbol, Gajah Mada dianggap tokoh yang kuat. Sebagaimana kuatnya CPM bertahan di wilayah Panggung Rejo, sehingga tidak ada tentara Belanda yang bisa masuk ke lor kali (Panggung Rejo) dan tidak ada anggota CPM meninggal," jelas Boyno.

Monumen CPM didirikan di lahan milik ayah Boyno, yakni Mustajam yang tak lain laskar CPM sekaligus tokoh masyarakat Panggung Rejo.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved