Banyak Rumah dan Bangunan Mepet Badan Sungai, Kepala BPLH: Risiko Tanggung Sendiri

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Siddik Ayogo menyayangkan masih adanya masyarakat yang mendirikan bangunan mepet dengan sungai.

tribunlampung/hanif
Polisi dan warga melihat lokasi longsor di Jalan Dr Warsito, Gang Rajabasa Utama, Kelurahan Gulak Galik, Telukbetung Utara, Selasa, 20 Februari 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Musibah banjir dan longsor yang terjadi di Jalan Dr Warsito, Telukbetung Utara, Senin (19/2/2018), memunculkan fakta baru.

Baca: Korban Longsor Syok hingga Masuk Rumah Sakit, Suaminya: Udah Jangan Ditanya-ditanya Dulu

Sejumlah rumah warga di daerah tersebut ternyata dibangun sangat mepet dengan badan sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Siddik Ayogo menyayangkan masih adanya masyarakat yang mendirikan bangunan mepet dengan sungai.

Baca: Meski Sibuk Bekerja, Begini Cara Jaksa Cantik Jaga Bentuh Tubuh

Ia mengatakan, pada dasarnya garis sempadan sungai (GSS) tidak boleh dibangun.

Namun, kata dia, melihat kondisi yang terjadi di lokasi bencana sudah seperti saat ini maka cukup sulit menertibkannya lagi.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah mengatur batas garis sempadan sungai (GSS) yang diperbolehkan minimal lima meter.

Baca: CPNS 2018, Bandar Lampung Ajukan 1.321 Guru, 482 Tenaga Kesehatan, dan 723 Tenaga Teknis

"Tapi kalau memang masyarakat sudah membangun maunya seperti itu dan tidak bisa dilarang lagi, terpaksa harus menanggung risiko berupa bencana," ujarnya, Selasa (20/2/2018).

Terkait bencana ini, Siddik mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sidik pun mengimbau masyarakat yang tinggal di pinggir sungai untuk selalu berhati-hati serta sama-sama menjaga kebersihan sungai.

"Kebetulan saya tidak ditelepon secara pribadi, namun kemungkinan UPTD sudah saling berkoordinasi dan biasanya langsung turun karena kami ada pasukan sungai," katanya.

Siddik menegaskan, tidak bisa selamanya masyarakat yang tinggal di pinggir sungai menyalahkan pemerintah apabila terjadi banjir.

Sejak dini, kata dia, seharusnya masyarakat juga mengantisipasinya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan rutin bergotong royong menjaga kebersihan.(*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: nashrullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved