Nyamuk Jaman Now Di-fogging Tidak Akan Mati, Urusan DBD Tergantung Warga

Puskesmas Pringsewu segera melaksanakan penyelidikan epidemologi (PE) atas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Pekon Sidoharjo.

Nyamuk Jaman Now Di-fogging Tidak Akan Mati, Urusan DBD Tergantung Warga
TOTO SIHONO
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU- Puskesmas Pringsewu segera melaksanakan penyelidikan epidemologi (PE) atas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Pekon Sidoharjo.

Kepala Puskesmas Pringsewu dr Hadi mengatakan, PE dilakukan untuk mengetahui apakah di lokasi tersebut ada nyamuk aedes aegypti atau tidak. Caranya dengan memeriksa jentik di tempat penampungan air (TPA).

Baca: Pekon Sidoharjo Pringsewu Suspect DBD

Baca: Wow, Tembang What We Remember Milik Anggun Tembus Posisi 8 Billboard Chart Amerika

PE, lanjut dia, dilakukan hingga radius 100 meter. Sebab, kalaupun yang terjangkit DBD adalah pekerja bisa saja tergigit nyamuk dari tempatnya bekerja. "Kalau memungkinkan tergigit (nyamuk) di luar daerah tidak nyemprot (fogging)," katanya.

Jikau ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti di wilayah tersebut, kata Hadi, akan dilakukan  fogging. Namun, dia mengatakan, era ini nyamuk lebih cenderung kebal dengan fogging.

Ia memperkirakan fogging itu hanya membuat nyamuk tersebut pingsan yang kemudian bergerak lagi. Oleh karena itu lah dia menyarankan kepada masyarakat untuk lebih membentengi dirinya sendiri.

Yakni dengan melakukan 3 M ( Menguras, Menutup dan Mengubur) plus. Sedangkan tambahannya bisa dengan menggunakan kelambu, dan obat nyamuk supaya tidak tergigit nyamuk. Selain itu juga melakukan bersih lingkungan.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved