VIDEO: Pascalongsor, Warga Keluhkan Bau Limbah Menyengat

Parahnya, limbah itu menimbulkan bau tak sedap. Baunya bisa tercium hingga radius 50 meter.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Musibah longsor di Jalan Dr Warsito, Gg Rajabasa Utama, Telukbetung Utara, menimbulkan efek domino.

Warga Jalan Abdi Negara, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung mengeluhkan bau busuk dari rumah pemotongan hewan (RPH).

M Yani (55), misalnya. Ia mengeluh keberadaan limbah yang dibuang oleh RPH. Puncaknya, tembok pembatas RPH tersebut roboh dan menghantam dua rumah.  

Baca: Yusuf Kohar Minta Limbah RPH di Gulak Galik Tidak Dibuang Sembarangan

Baca: VIDEO: Korban Longsor Minta RPH Ditutup

"Selain atas kejadian longsor ini, sebenarnya RPH ini yang menjadi kendala kami. Padahal, warga sini sudah minta ditutup, karena RPH itu juga ilegal, sudah tidak sesuai lagi berada di lingkungan masyarakat," katanya, Jumat, 23 Februari 2018.

Masih kata dia, limbah RPH ini dibuang pada malam hari. Parahnya, limbah itu menimbulkan bau tak sedap. Baunya bisa tercium hingga radius 50 meter.

"Baunya ini bisa sampai 50 meter kalau malam. Buang limbahnya ke kali pada malam hari. Limbahnya itu darah dan kotoran," sebutnya.

Yani mengaku, sejumlah warga sempat melaporkan hal ini ke Pemerintah Kota Bandar Lampung. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut.

"Sebelumnya RPH ini milik pemerintah. Tapi, tahun 2001 ditutup. Kalau gak salah, 2005 RPH ini dibuka lagi. Tapi, bukan punya pemerintah dan tanpa sepengetahuan warga," paparnya. Hal senada disampaikan Rasid, bahwa warga sudah merasa terganggu dengan adanya RPH tersebut.

"Kami meminta kepada pemerintah kota untuk segera menutup RPH itu. Karena nggak layak aja berada di tengah kota. Jadi warga minta untuk segera ditutup," tandasnya. (*)

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved