Walhi Minta Pemkot Evaluasi Keberadaan RPH di Tengah Kota

Direktur WALHI Lampung Hendrawan menuturkan, harus ada evaluasi terlebih dahulu dari pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap RPH dekat pemukiman.

Walhi Minta Pemkot Evaluasi Keberadaan RPH di Tengah Kota
Tribunlampung/Hanif
Limbah RPH 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berdasarkan standar undang-undang lingkungan hidup, sebelum limbah dibuang ke aliran sungai sudah semestinya dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Jika tidak akan mencemari lingkungan dan berimbas pada keluhan masyarakat, seperti yang terjadi di pemukiman warga Jalan Abdi Negara, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung yang mengeluhkan bau tak sedap dari limbah Rumah Pemotongan Hewan.

Baca: Warga Gulak-Galik Keluhkan Bau Busuk Limbah RPH: Baunya Bisa Sampai 50 Meter

Menanggapi hal tersebut Direktur WALHI Lampung Hendrawan menuturkan, harus ada evaluasi terlebih dahulu dari pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap RPH dekat pemukiman warga.

Baca: Rutan Kotabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu yang Diselipkan ke Celana Dalam

"Kalau lokasi RPH mengganggu warga sekitar maka perlu adanya evaluasi, sebab pemukiman warga mulai padat maka RPH tidak layak lagi," sebutnya melalui sambungan telfon, Jumat 23 Februari 2018.

Masih kata dia, pencemaran ini harus dipastikan terlebih dahulu mengingat keluhan dari masyarakat. Sebab dalam perundang-udangan jelas, bahwa limbah harus diolah sebelum dibuang.

"Harus dipastikan betul apakah RPH itu mencemarkan atau tidak. Jika mencemarkan lingkungan maka usaha rumah jagal atau rumah potong hewan maka layak diberikan sanksi," tegasnya.

Terkait RPH yang berada ditengah Kota, Hendrawan mengatakan bisa melakukan pengecekan peruntukan tata ruang, mengingat RPH tersebut sudah ada di Jalan Dr Warsito cukup lama.

"Persoalannya boleh atau tidak boleh, tapi sesuai dengan tata ruang jika RPH berada dipemukiman padat maka tidak boleh disana lagi karena menggangu warga sekitar," tandasnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved