Kantor KPU Tuba Diserang Massa

Ratusan massa yang sudah dirasuki amarah terus meneriakkan kata-kata kotor bernada provokatif seraya memaksa masuk ke dalam kantor KPU.

Tayang:
tribun lampung/endra
Suasana simulasi Sistem Pengamanan Kota di halaman Mapolres Tulangbawang, Rabu, 28 Februari 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MENGGALA - Sekelompok massa menyerang dan merusak kantor KPU Tulangbawang, Rabu, 28 Februari 2018.

Mereka marah dan bersikap anarkis lantaran tak puas dengan keputusan KPU atas penetapan pemenang salah calon gubernur Lampung.

Mereka menganggap ada kecurangan, sehingga melakukan aksi demo untuk membatalkan penetapan di KPU.

Petugas gabungan dari Polres Tulangbawang dan Satbrimob Polda Lampung pun diterjunkan untuk mengamankan situasi di kantor KPU dan objek vital lainnya.

Baca: 12 Ribu APK Empat Cagub Sudah Tiba, Berikut Rinciannya

Ratusan massa yang sudah dirasuki amarah terus meneriakkan kata-kata kotor bernada provokatif seraya memaksa masuk ke dalam kantor KPU.

Untuk menenangkan massa, polisi pun menerjunkan tim negosiator untuk melakukan imbauan kepada massa.

Namun, upaya itu gagal. Massa tetap berusaha menerobos ke kantor KPU.

Melihat aksi yang kian beringas, tim dalmas gabungan polsek dan polres pun diterjunkan untuk menghalau massa dengan menggunakan tameng dan tali.

Baca: Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut Terciduk Terima Uang dan Mobil dari Calon Bupati

Massa yang telah menyesaki kantor KPU semakin anarkis lalu melempar tali ke arah anggota dengan menggunakan batu dan kayu.

Kasat Sabhara Polres Tulangbawang memberikan peringatan kepada massa agar mundur dan memerintahkan anggota untuk menyemprotkan gas air mata dan air menggunakan water canon.

Melihat massa semakin anarkis, pasukan dalmas pun beralih dan diganti pasukan huru-hara satbrimob bersenjata lengkap.

Tim pengurai massa dari brimob pun berhasil membubarkan massa setelah melakukan tindakan represif dengan membunyikan ledakan senjata berkali-kali.

Korban pun berjatuhan. Massa berlari tak tentu arah.

Petugas memburu massa yang dianggap sebagai provokator. Setelah situasi dapat dikendalikan, massa pun membubarkan diri.

Itulah pemandangan rangkaian simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang berlangsung di halaman Mapolres Tulangbawang.

Giat simulasi tersebut melibatkan beberapa unsur, di antaranya, pasukan dalmas kerangka  gabungan polsek sebanyak 100 orang, pasukan dalmas inti polres sebanyak satu peleton, dan pasukan PHH brimob sebanyak 40 orang.

Kabag Ops Polres Tuba Kompol Edy Safnur mengatakan, Simulasi Sispamkota ini dalam rangka kesiapan Polres Tulangbawang pada pengamanan Ops Mantap Praja Krakatau 2018.

"Ini supaya seluruh personel Polres Tulangbawang yang terlibat pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Tulangbawang dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran mereka masing-masing dalam pengamanan nantinya," ungkap Edy mewakili Kapolres AKBP Raswanto Hadiwibowo. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved