Mengaku Menemukan Kartu ATM Plus PIN, Sopir Truk Ini Kuras Uang Tetangganya

Kemudian polisi berkoodinasi dengan BRI untuk melihat rekaman CCTV di sejumlah lokasi mesin ATM.

Mengaku Menemukan Kartu ATM Plus PIN, Sopir Truk Ini Kuras Uang Tetangganya
tribun lampung/tri
Adi Febriansyah (tengah) diringkus polisi karena diduga mencuri kartu ATM dan menguras uang milik tetangganya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Unit Reskrim Polsek Talang Padang menangkap Adi Febriansyah (27). Pria ini dituduh mengambil uang milik tetangganya, Yusnaini (46), dengan menggunakan kartu anjungan tunai mandiri (ATM). 

Menurut Kapolsek Talang Padang AKP Yoffi Kurniawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, semula korban yang merupakan warga Dusun Sukadamai, Pekon Sukabandung, Kecamatan Talang Padang itu melaporkan kehilangan kartu ATM.

"Saat korban hendak menyetorkan uang, kartu ATM-nya hilang. Kemudian dia mengecek ke bank, dan terkejut terdapat tiga kali transaksi penarikan. Dia langsung melapor ke Polsek Talang Padang," jelas Yoffi, Minggu, 4 Maret 2018.

Baca: Ternyata Pencuri Uang ATM BRI di Punggur ”Orang Dalam”

Kemudian polisi berkoodinasi dengan BRI untuk melihat rekaman CCTV di sejumlah lokasi mesin ATM. Akhirnya diketahui bahwa pelakunya adalah Adi dan langsung dilakukan penangkapan. 

"Tersangka ditangkap di rumahnya, dan ternyata masih tetangga korban. Pekerjaan pelaku seorang sopir truk," jelas Yoffi.

Tersangka melakukan tiga kali transaksi penarikan selama tiga hari berturut-turut. Pertama, tersangka melakukan transaksi penarikan pada 16 Januari 2018 di ATM Bank BRI Gadingrejo, Pringsewu sebesar Rp 5 juta.

Kemudian 17 Januari 2018 di Indomaret, Pekon Talang Padang sebesar Rp 5 juta. Terakhir, 18 Januari 2018 di Indomaret Pekon Banding Agung sebesar Rp 2,3 juta. Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 12,3 juta.

Baca: ATM BCA Diisi Rp 230 Juta Sehari Sebelum Dibobol

Kepada polisi, Adi mengaku menemukan kartu ATM tersebut beserta kertas bertuliskan nomor PIN di jalan. Dari sana timbul niat jahat tersangka untuk menguras isi rekening korban. 

Tetapi, keterangan yang diberikan korban berbeda. Menurut korban, kartu ATM dan kertas berisi PIN itu berada dalam buku yang disimpannya di lemari kamarnya.

"Untuk itu, kami masih terus menggali keterangan tersangka. Karena tersangka dan korban merupakan tetangga rumah. Jadi kemungkinan lain bisa saja terjadi," kata Yoffie.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHPidana atau pasal 362 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved