Ratusan Batang Ganja Tumbuh Subur di Kota Agung, Begini Tanggapan Polres Tanggamus

Polres Tanggamus masih tertutup atas penemuan ladang ganja di hutan lereng Gunung Tanggamus.

Ratusan Batang Ganja Tumbuh Subur di Kota Agung, Begini Tanggapan Polres Tanggamus
kebun ganja di Tanggamus 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polres Tanggamus masih tertutup atas penemuan ladang ganja di hutan lereng Gunung Tanggamus.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili dan Kasat Narkoba Iptu Anton Saputra belum mau menjelaskan karena kasus ini sementara masih penyelidikan.

Baca: Terdepak dari Indonesian Idol, Bianca Jodie Malah Beruntung Gara-gara Hal Ini

Penemuan ini juga juga masih akan dikoornasikan dengan Polda Lampung."Besok saya mau cek TKP," ujar Alfis, Selasa (7/3).

kebun ganja di Tanggamus
kebun ganja di Tanggamus ()

Baca: Gempar, Polda Lampung akan Langsung Datangi Ladang Ganja di Tanggamus

Menurut sumber Tribun Lampung, ladang ganja berhasil ditemukan warga pada Senin (5/3) lalu di kawasan hutan yang belum diketahui pasti status lahannya.

Hasil temuan warga ini kemudian mendapat tindakan langsung dari jajaran kepolisian Polres Tanggamus dengan meninjau ke lokasi.

Kebun ganja terletak di sekitar Dusun Kandis, Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung. Kebun ditemukan warga sekitar saat beraktifitas di kawasan hutan.

Atas kecurigaan ini kemudian dirinya berupaya melaporkan ke Polsek Kota Agung. Tanaman tersebut mirip dengan tanaman ganja. Kemudian polisi meninjau ke lokasi ladang pada Selasa (6/3) dan benar mendapatinya.

kebun ganja di Tanggamus
kebun ganja di Tanggamus ()

Luas ladang berukuran 30x30 meter, jumlah tanaman ganja sekitar 600 batang dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Kondisi tanaman juga tumbuh bagus.

Polisi masih memburu para pelaku karena tahap awal yang ditemukan hanya tanamannya saja.

Lokasi cukup aman ini berada cukup jauh dari jalan raya. Kemudian harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer dengan cara berjalan kaki.

Status lahan yang dijadikan ladang tersebut hingga kini belum dapat kepastian. Pastinya bukan lahan milik warga. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved