Kampung Warna Warni Telukbetung Selatan, Banyak yang Datang Hanya untuk Swafoto

Ketika berjalan memasuki salah satu desa di daerah Sukarame kita dari atas sudah terlihat atap rumah yang berwarna-warni.

Penulis: andreas heru jatmiko | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Andre
Kampung Warna-warni 

Laporan Reporter Tribun Lampung Andreas Heru Jatmiko

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketika berjalan memasuki salah satu desa di daerah Sukarame kita dari atas sudah terlihat atap rumah yang berwarna-warni, terlihat sangat menarik jika dipandang dengan mata telanjang. Bahkan cocok sekali untuk ber swa foto.

Desa tersebut bernama Kampung Warna Warni yang berlokasi di Jalan Banyu Mas Kampung Peninjauan Lingkungan I Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Telukbetung Barat. Senyum dan sapaan warga menyambut kedatangan orang yang berkunjung di sana.

Baca: Daus Mini Nikahi Wanita Cantik, Sang Mantan Istri Bilang Begini

Ketua RT 06, Sahri (58) menceritakan banyak orang yang berkunjung ke Kampung Warna Warni atau Kampung Pelangi hanya untuk ber swafoto, bercekrama dengan warga serta jalan-jalan melihat sekililing kampung.

Baca: Keren! Film Pengabdi Setan Sabet 4 Penghargaan di IBOMA 2018

Baca: Pesan Haru Zee Zee Shahab Jenguk Zaskia Adya Mecca Usai Melahirkan

Baca: Mengaku Pemeriksa Kesehatan, Ternyata Syahrini Jalan-jalan ke Holocaust Memorial

"Kadang anak sekolah atau anak pramuka datang ke sini untuk foto-foto di sekitar rumah warga yang dicat warna-warni. Terus ngobrol sama warga juga terkait rumah mereka yang dicat dengan warna tertentu, " kata Sahri.

Sahri menambahkan warga cukup senang dan antusias ketika ada warga luar yang datang berkunjung ke Kampung Warna Warni. Karena memang melihat sejarah sebelumnya yang memang kampung tersebut termasuk kampung yang tertinggal.

" Ya warga senang dan antusias kalau ada warga lain dari luar datang ke sini, foto dan ngobrol akrab. Geh seneng mas, sak meniko jaman semono termasuk deso tertinggal (ya seneng, jaman dulu termasuk desa tertinggal) warga niku seneng diajak ngobrol nggeh ngalor ngidul pokoke (warga sangat senang diajak bicara atau ngobrol cerita apa saja), " ujar pria 58 tahun ini.

Kampung Warna Warni
Kampung Warna Warni (Tribunlampung/Andre)

Sahri menambahkan bahwa warna dari rumah warga tersebut dikerjakan oleh warga dibantu dengan TNI. Setiap keluarga mempunyai jatah dua ember cat untuk mewarnai kediamannya. Dengan ide dan kreasi pemilik rumah semua dicat dengan warna yang bervariasi.

"Satu rumah punya jatah dua cat, itu yang ukuran besar, ember besar. Nah kalau warna warni itu warga satu dan yang lain tukeran, berbagi intinya jadi bisa variasi. Ide darinya warga sendiri mau warna apa asal jangan sama dengan tetangganya, kalah sama ya namanya gak warna warni, " ujar Sahri sambil tertawa.

Ketua RT 07, Tuyanto (40) menceritakan bahwa untuk jumlah keluarga di Kampung Warna Warni sekitar 140, untuk jumlah jiwa jelas ribuan, kalau rumah jelas ratusan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved