Ternyata Gara-gara Begini, Para Wanita Cantik di Aceh Terjebak Prostitusi Online

Untuk long time Rp 2 juta, untuk short time Rp 1 juta. Dua juta bersih untuk kami, itu di luar biaya hotel, Rp 500 untuk saya

Ternyata Gara-gara Begini, Para Wanita Cantik di Aceh Terjebak Prostitusi Online
Serambinews.com - Sejumlah wanita muda yang diduga korban kasus prostitusi online dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017). Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil menangkap seorang mucikasi dengan inisial (AI) yang diduga melakukan bisnis prostitusi online di salah satu hotel berbintang di kawasan Kota Banda Aceh, Minggu (22/10/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDA ACEH - MRS alias Andre (28), germo prostitusi online yang dibekuk personel Polresta Banda Aceh bersama tujuh 'wanita sewaannya' di sebuah hotel di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Rabu (21/32018) malam, saat ini harus mendekam di tahanan Polresta.

Senin (26/3/2018) Serambinews.com berkesempatan mewawancarainya secara khusus bersama tiga media lainnya di ruang Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Septia Intan Putri STK.

Dalam kesempatan itu, banyak hal yang dakui Andre sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

 

Termasuk salah satunya, soal pelanggan Andre yang ternyata dari berbagai kalangan, termasuk para pejabat dan deretan pengusaha.

Bersama Andre malam itu, polisi juga menciduk tujuh wanita pekerja seks komersil (PSK) dalam bisnis syhawatnya tersebut.

Ketujuh wanita itu adalah Ay (28) asal Simeulue, MJ (23) Aceh Tengah, dan RM (23) asal Bireuen. Sedangkan empat wanita lainnya merupakan warga Kota Banda Aceh, masing-masing berinisial CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23).

Baca: Ada Jerawat di Miss V? Ini 5 Solusi Menghilangkannya

Baca: Nasib Arseto Pariadji Jadi Begini di Hadapan Jenazah. Usai Heboh Undangan Rp 25 Juta Anak Jokowi

Ditanya apa sebenarnya alasan para wanita itu hingga rela bergabung dengan bisnis prostitusi yang dijalani Andre kurang lebih selama tiga tahun terakhir tersebut.

Menurut Andre, alasan utama adalah faktor ekonomi.

Halaman
12
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved