Insiden Pemukulan di RSUAM, Ombudsman: Perawat Sesuai SOP, Pasien Jaga Sikap

Begitu juga dengan pasien atau keluarga/kerabat, terus David, juga harus bisa menjaga sikap.

Insiden Pemukulan di RSUAM, Ombudsman: Perawat Sesuai SOP, Pasien Jaga Sikap
istimewa
Ahmad Saleh David Faranto

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Achmad Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Insiden keributan yang melibatkan keluarga pasien dan perawat di RSUAM semestinya tidak perlu terjadi. Itu jika semua pihak dapat menahan diri dan tidak mudah terpancing emosinya.

Menurut Pelaksana Harian Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung Ahmad Saleh David Faranto, petugas harus bisa melayani masyarakat dengan baik.

"Mereka semestinya bekerja sesuai standar pelayanan atau standard operational procedure (SOP)," ungkap David, Rabu, 28 Maret 2018.

Begitu juga dengan pasien atau keluarga/kerabat, terus David, juga harus bisa menjaga sikap.

"Dalam kasus ini, sebaiknya pihak RSUAM selain memampangkan dengan jelas dan benar standar pelayanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, juga mengutamakan pasien gawat darurat yang sedang butuh pertolongan," jelasnya.

Baca: Kasus Penganiayaan di RSUAM, Pasien juga Mengaku Dikeroyok Perawat

Baca: Tak Terima Ditegur, Keluarga Pasien Keroyok Perawat RSUAM

Adapun masalah rujukan dapat disertakan kemudian. Misalnya dengan meminta pasien atau keluarga/kerabat memberikan komitmen dengan mengisi formulir pernyataan kesanggupan untuk melampirkan rujukan yang dipersyaratan.

"Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tersebut dapat dihindari dan pelayanan di RSUAM tersebut tetap berjalan dengan kondusif, aman dan nyaman," tukasnya.

Dalam kasus ini, masih belum jelas siapa yang bersalah. Sebab, kedua belah pihak mengklaim menjadi korban pemukulan.

Sebelumnya diberitakan, Ferry, perawat di IGD RSUAM, harus mendapatkan perawatan setelah dianiaya oleh empat anggota keluarga pasien, Selasa, 27 Maret 2018.

Sehari kemudian, giliran pasien yang melaporkan pengeroyokan yang dilakukan oleh perawat RSUAM. Yansori Zaini, salah satu keluarga pasien yang diduga melakukan pengeroyokan, melaporkan kasus ini ke Polresta Bandar Lampung, Rabu, 28 Maret 2018.

Dalam laporannya, warga Korpri, Sukarame ini mengaku menjadi korban pemukulan yang dilakukan perawat RSUAM. (*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved