Ubah Stigma Begal, Simak Langkah yang Diambil Sekelompok Pemuda Asal Jabung

Demi menepis stigma begal yang melekat di wilayah Jabung Lampung Timur, sekumpulan pemuda asli Jabung membentuk organisasi IJS

Ubah Stigma Begal, Simak Langkah yang Diambil Sekelompok Pemuda Asal Jabung

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Demi menepis stigma begal yang melekat di wilayah Jabung Lampung Timur, sekumpulan pemuda asli Jabung membentuk organisasi IJS (Ikam Jabung Say) sejak 15 Januari 2017.

IJS sendiri memiliki tekat untuk mengembalikan nama baik Jabung yang selama ini cukup menasional akibat aksi pelaku begal dari Jabung yang beraksi di wilayah Lampung maupun luar Lampung.

Baca: Jadi Langsing Tanpa Obat dan Olahraga. Lihat Perubahan Wanita Cantik Ini

Ketua IJS Zainal Abidin mengatakan, IJS terbentuk atas dasar keinginan masyarakat Lampung Timur untuk menepis stigma begal yang melekat di masyarakat selama ini.

"Kami mengakui begal dari Jabung tapi tidak semua, kami ingin ada perubahan di Jabung, kalau orang kenal Jabung bukan begal tapi ada hal-hal yang postif seperti kesenian," kata Zainal, Jumat 30 Maret 2018.

Baca: Cara Keluar dari Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan

Zainal mengatakan, ada beberapa faktor mengapa anak-anak muda Jabung terdorong menjadi begal.

"Faktor ekonomi ada, tapi utamanya karena narkoba, karena pergerakan narkoba yang masif akhirnya kegiatan kriminal semakin jadi," tegasnya.

Meski belum ada dukungan dari pemerintah, namun Zainal yakin bisa mengubah stigma tersebut dengan mengajak anak-anak muda untuk kearah lebih baik.

"Jadi kami mengadakan rumah baca bergerak, kami menggandeng armada Pustaka Lampung dan Polres Lamtim untuk membuat literasi.  Selain itu ada batuan usaha untuk para pemuda jadi pemuda bisa mencari nafkah yang lebih baik," katanya.

Zainal menambahkan, saat ini ada empat tujuan yang ingin dicapai IJS, yakni mengantisipasi isu hoax agar masyarakat bisa membedakan fakta atau bukan, antisipasi terjadinya ujaran kebencian.

"Mendukung program pemerintah dan Polri, dan tentunya menjaga ketentraman Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 serta meredam isu-isu sara," tutupnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved