Pilkada Serentak 2018, Begini Aturan Hadiah Jalan Sehat dan Bantuan Bedah Rumah

KPU Tanggamus melarang pasangan cabup-cawabup memberi uang kepada calon pemilih dalam kegiatan politik apapun.

Pilkada Serentak 2018, Begini Aturan Hadiah Jalan Sehat dan Bantuan Bedah Rumah
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Pengundian nomor urut pasangan cabup-cawagub Tanggamus di Hotel 21 Gisting, Selasa, 13 Februari 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG TRI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Komisi Pemilihan Umum Tanggamus melarang pasangan calon bupati dan wakil bupati memberi uang kepada calon pemilih dalam kegiatan politik apapun.

Anggota KPU Tanggamus Antoniyus menyatakan, pemberian uang termasuk praktik politik uang yang bisa memengaruhi pilihan calon pemilih.

Pihaknya pun memberi solusi agar pasangan calon dalam Pilkada Tanggamus 2018 mengganti uang dalam bentuk barang.

"Paslon tidak boleh memberi uang, baik sekadar pemberian, hadiah dalam kegiatan kampanye, termasuk tidak boleh juga memberi ongkos transportasi," ujar Antoniyus, Senin (2/4/2018).

Jika ingin meringankan beban transportasi bagi calon pemilih yang hadir saat kampanye, Antoniyus menjelaskan, pasangan calon dan timnya bisa memberi dalam bentuk bahan bakar minyak.

"Setiap sepeda motor, beri dua liter bensin. Atau bisa juga menyediakan angkutan untuk mengangkut massa yang akan hadir dalam kampanye rapat umum," kata Antoniyus.

Khusus barang, Antoniyus menjelaskan, pasangan calon boleh memberi seperti pakaian, penutup kepala, alat tulis, alat minum, atau kalender.

Jenis barang seperti pakaian pun cukup luas, misalnya berupa kaos, kemeja, batik, dan sejenisnya.

"Di luar itu, tidak boleh. Saat pembahasan sebelumnya, tim paslon minta penukaran dari kalender ke jam dinding atau jam meja. Tapi, karena dalam aturan hanya boleh kalender, maka tidak bisa," paparnya.

"Begitu juga barang lainnya. Boleh mengartikan secara luas, tapi tidak boleh menukar," imbuhnya.

Sementara untuk kampanye dalam kegiatan lain, seperti olahraga, perlombaan, dan seni budaya, pasangan calon boleh memberi hadiah berupa barang. Namun, harga maksimalnya Rp 1 juta.

"Misalnya, kampanye bentuk lainnya adalah jalan sehat. Maka hadiahnya jangan berbentuk uang, tapi berbentuk barang. Satu jenisnya maksimal Rp 1 juta. Lebih dari itu, tidak boleh," terang Antoniyus.

Sementara untuk kegiatan sosial, pihaknya juga mengingatkan pasangan calon agar tidak memberi uang tunai.

"Misalnya, membantu perbaikan rumah calon pemilih. Maka, paslon hanya boleh memberi bahan bangunan, bukan uang. Paslon harus melaporkan semua jenis dan jumlah barang yang mereka berikan kepada calon pemilih," jelas Antoniyus.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved