Tak Semua Produk Makerel Mengandung Cacing, Begini Kata BBPOM

Masih kata dia, produk ikan makerel kemasan itu pun hanya batch (kode produksi) tertentu alias tidak semua.

Tak Semua Produk Makerel Mengandung Cacing, Begini Kata BBPOM
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
BBPOM dan Diskes Bandar Lampung memeriksa ikan kemasan di sejumlah gerai ritel, Selasa, 3 April 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 27 merek positif mengandung parasit cacing yang ditemukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI ternyata hanya produk ikan makerel.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pemeriksaan BBPOM Lampung Hotna Panjaitan saat setelah melakukan inspeksi mendadak di beberapa gerai ritel di Bandar Lampung, Selasa, 3 April 2018.

"Jadi produk ikan kemasan ada tiga jenis, yakni makerel, tuna dan sarden. Sebenarnya yang terduga mengandung cacing adalah produk ikan makerel. Sedang produk tuna dan sarden itu aman," ungkapnya.

Masih kata dia, produk ikan makerel kemasan itu pun hanya batch (kode produksi) tertentu alias tidak semua.

Baca: Menkes Sebut Cacing di Makarel Kaleng Mengandung Protein

Baca: Response Time 14 Milidetik, 1.1.1.1 Menjadi Domain Internet Terkencang di Dunia

"Jadi tidak semuanya. Hanyak batch tertentu. Dan, dari 34 Balai POM sudah menyentuh semua batch. Tapi, batch tertentu yang positif mengandung cacing," sebutnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Asnan Tarigan. Menurut dia, yang perlu dicurigai adalah produk ikan makerel kemasan kaleng.

"Jenis ikan itu banyak. Ada sarden, tuna, dan makerel. Kalau sarden itu kecil-kecil bersisik. Dalam satu kaleng banyak. Kalau makerel itu besar. Jadi satu kaleng isi tiga biji," sebutnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, pada produk kemasan makerel dimungkinkan ada cacingnya. "Ikan besar bersifat predator, sehingga membawa cacing. Tapi, memang kebanyakan yang dibawa itu adalah telurnya. Tetapi, kalau dalam kemasan itu sudah mati," sebutnya.

Hotna pun mengimbau masyarakat untuk waspada dalam membeli. Perhatikan batch sesuai dengan rilis yang dikeluarkan oleh Badan POM.

"Ingat klik lihat kemasannya, labelnya, izinnya, masa kedaluwarsanya. Nah, kalau ikan kaleng, ingat ikan makerel ya. Kalau ikan lainnya boleh dikonsumsi dan waktu membeli diperhatikan batch sesuai dengan rilis yang dikeluarkan oleh BPOM," tutupnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved