AJI Bandar Lampung Wanti-wanti Kasus Kekerasan Jurnalis di Ambon Tak Terjadi di Pilkada Lampung

AJI Bandar Lampung mengingatkan para calon kepala daerah beserta tim pemenangan agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Penulis: Yoso Muliawan | Editor: Yoso Muliawan
Kompas.com/Rahmat Rahman Patty
Ketua AJI Kota Ambon Abdul Karim Angkotasan bersama jurnalis Rakyat Maluku, Sam Hatuina, melaporkan tindakan intimidasi dan kekerasan ke Polda Maluku, Kamis (29/3/2018) malam. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG YOSO MULIAWAN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengingatkan para calon kepala daerah beserta tim pemenangan dan pendukung agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

AJI Bandar Lampung berharap kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di Kota Ambon, Provinsi Maluku, jangan sampai terjadi di daerah lain tempat terselenggaranya Pilkada 2018.

Termasuk, di Lampung yang akan berlangsung pilgub dan pilkada di dua kabupaten: Lampung Utara dan Tanggamus.

Imbauan AJI Bandar Lampung ini menyikapi terjadinya kekerasan terhadap dua jurnalis di Ambo. Keduanya adalah Abdul Karim Angkotasan dan Sam Usman Hatuina. Abdul Karim Angkotasan adalah ketua AJI Ambon.

Kekerasan terhadap keduanya diduga dilakukan tim pemenangan calon gubernur Maluku Said Assagaff pada Kamis (29/3/2018).

"AJI Bandar Lampung mengecam kekerasan yang dialami dua jurnalis di Ambon, yang diduga dilakukan tim sukses calon kepala daerah," ujar Ketua AJI Bandar Lampung Padli Ramdan melalui rilis, Senin (2/4/2018).

Dalam bekerja, Padli menjelaskan, jurnalis dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan menghambat atau menghalangi kerja-kerja jurnalis bisa dijerat hukuman pidana," kata Padli.

"Kami mendorong aparat kepolisian menindak tegas dan menghukum pelaku memakai UU Pers," sambungnya.

Senada, Ketua Bidang Advokasi AJI Bandar Lampung Rudiyansyah berharap peristiwa kekerasan terhadap jurnalis di Ambon tidak terjadi di Lampung.

Ia pun mengingatkan seluruh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Lampung tidak alergi dengan media dan jurnalis.

"Semua calon kepala daerah beserta tim suksesnya harus memahami UU Pers secara baik, sehingga tidak terjadi kasus kekerasan terhadap wartawan," ujar Rudi.

Berdasarkan informasi resmi dari AJI Ambon, kekerasan terhadap jurnalis Abdul Karim Angkotasan dan Sam Usman Hatuina bermula saat Sam mengambil foto calon petahana gubernur Maluku Said Assegaf.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved