Lampung Utara Kekurangan 1.704 Bilik Suara 

KPU Lampung Utara memperkirakan masih kurang bilik suara, untuk pemilihan bupati dan pemilihan gubernur.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Anung
Gudang penyimpanan bilik suara 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - KPU Lampung Utara memperkirakan masih kurang bilik suara, untuk pemilihan bupati dan pemilihan gubernur.

Kekurangannga mencapai 1.704 bilik. “Bilik suara yang ada di gudang saat ini berjumlah 2.884 bilik suara,” kata ketua KPU Lampung Utar, Marthon, Rabu (4/4).

Baca: Antisipasi Pemadaman SMTI Siapkan Genset Berkapasitas 50 kVA

Perhitungan tersebut didasari dengan jumlah tempat pemungutan suara sebanyak 1.137 unit Tempat pemungutan suara dengan satu TPS berisi empat bilik. “Total bilik suara yang diperlukan sebanyak 4.548 bilik,” kata dia.

Baca: Pilu, Pria Ini Diungsikan saat Sakit, Anaknya Terseret Air Bah Kalianda

Namun saat ini, jumlah TPS ataupun kebutuhan bilik suara belum dapat dipastikan. Dikarenakan, untuk daftar pemilih masih dalam tahap perbaikan. Nanti kalau sudah ditetapkan diketahui berapa kebutuhan bilik suara, dan kertas suara.

Baca: Malangnya Nasib Ridho, Perabotan Hingga Ternak Kambingnya Ikut Hanyut Terbawa Arus

“Kalau sekarang belum bisa. Yang saat ini baru hitungan berdasarkan pemilihan kepala daerah tahun 2014 lalu,” jelasnya.

Untuk kertas suara, tinta suara, terus Marthon saat ini masih dalam tahap pelelangan. Sehingga tidak ada logistik yang tersimpan di gudang selain bilik suara.

Nantinya, ada dua tempat yang bakal dijadikan tempat gudang pengolahan, selain gudang di kantor KPU sendiri keduanya berlokasi di GOR Stadion Sukung Kotabumi, dan gedung di Jalan Kapten Mustofa, kelurahan Tanjung Senang, Kotabumi Selatan.

Marthon mengatakan untuk di sukung, dipakai pengolahan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Sedangkan di Jalan Kapten Mustofa dipakai untuk pemilihan bupati dan wakil bupati. Setelah proses penghitungan selesai barulah dikembalikan ke gudang kantor KPU Lampung Utara.

Ada hari ini, pihaknya menggelar pemeriksaan gudang di kantor KPU kemudian dilakukan penguncian menggunakan gembok. Hal ini mengantisipasi kehilangan logistik.

“Saran Kapolres untuk menggembok gudang dalam rangka menjaga keamanan logistik pemilukada,” katanya seraya mengatakan hari ini hanya simbolik, dan kunci dipegang oleh ketua KPU, ketua Panwas Lampura Zainal Bachtiar serta perwakilan dari Polres Lampung Utara.

Mengenai anggaran untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara dirinya meminta kepada pemerintah setempat, untuk segera merealisasikan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) tahap ke II yang belum dicairkan.

NPHD disepakati Rp 21,99 miliar untuk KPU Lampung Utara tahun 2018. Yang baru di realisasikan sebesar Rp 2 Miliar.

Sebab, jika sampai dengan waktunya apabila belum di cairkan maka dapat mengganggu stabilitas pelaksanaan pemilihan kepala daerah. (Ang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved