Geger ikan Dori, DKP Boyong Stakeholder ke Toko Tani Indonesia

Geger ikan dori, DKP Kota Bandar Lampung boyong stakeholder ke Toko Tani Indonesia.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
YouTube
ilustrasi ikan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Geger ikan dori, DKP Kota Bandar Lampung boyong stakeholder ke Toko Tani Indonesia. 

Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung melakukan rapat koordinasi bersama stakeholder atas indikasi adanya pangan yang tidak layak konsumsi di toko Tani Indonesia, pada hari Rabu 4 April 2018.

Baca: Nyalinya Gede! Pria Ini Koar-koar Ancam Santet Prabowo Subianto Hingga Lumpuh

Indikasi ini terkait temuan ikan Dori yang mana saat diperiksa ada sesuatu yang mencurigakan.

Baca: Tanggapi Diskusi Indonesia Bubar 2030, Rizal Ramli: Sedih, Semakin Norak

Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan M Yusuf mengatakan bahwa sampel ikan dori yang mencurigakan tersebut dibeli sebelum rapat, dan ditemukan hal yang mencurigakan.

"Sampel kita beli, saat rapat kemarin kami bawa, dan saat suhunya turun ada putih-putih, ditarik panjangnya 30 cm, kami gak bisa menyebutnya apa apakah parasit atau apa, karena kita gak punya ahlinya," sebut pria yang merangkap menjadi ketua tim Satgas pemantauan pangan, Kamis 5 April 2018.

Masih kata dia sebelum timbul gejolak di tengah masyarakat, lanjutnya, tim satgas pemantauan pangan yang terdiri dari BBPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Peternakan , Perkebunan dan Kehutanan ( Distanakbunhut), Satpol PP melakukan sidak.

"Kami kembalikan pada mereka, yang kita lihat mereka kaget supaya ditindak lanjutnya produsen," sebutnya.

Menanggapi soal rapat kemarin, Yusuf mengatakan bahwa Toko Tani Indonesia ini sudah berdiri dua bulan di Bandar Lampung.

"Dan ini perpanjangan tugas kementrian pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, meat shop ini hanya ini, kita bertugas agar toko tani ini sesuai standart keamanan pangannya," tutupnya.

Dari hasil sidak ini Tim Satgas Pemantauan pangan membawa 20 bungkus bakso dan satu bungkus sosis, yang mana akan diuji laboratorium.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved