Dua Randis Dikuasai Mantan Pejabat, Pemkab Pringsewu Lapor Polisi

Sebab, sejak tidak menjabat kembali sebagai kepala bagian umum per 5 Januari 2018, Ananto tidak juga mengembalikan kedua kendaraan dinasnya.

Dua Randis Dikuasai Mantan Pejabat, Pemkab Pringsewu Lapor Polisi
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Pemkab Pringsewu Waskito mendatangi Polsek Pringsewu Kota untuk melaporkan polemik randis. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Pemkab Pringsewu Waskito mendatangi Polsek Pringsewu Kota, Selasa, 10 April 2018.

Kedatangan Waskito untuk melaporkan polemik belum dikembalikannya dua kendaraan dinas oleh oknum pejabat setempat.

Kendaraan dinas tersebut sebelumnya dipakai oleh mantan Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemkab Pringsewu Ananto Pratikno.

Sejak tidak menjabat kembali sebagai kepala bagian umum per 5 Januari 2018, Ananto tidak juga mengembalikan kedua kendaraan dinasnya. Oleh karena itu, mobil tersebut kini dikuasai orang yang tidak mempunyai hak.

Baca: VIDEO: Snorkeling Sambil Berburu Nemo di Pantai Minang Rua

Waskito menuturkan, pemkab sudah berupaya menyurati Ananto dengan surat nomor 027/06/U.10/2018 perihal penarikan kendaraan dinas. Surat tertanggal 5 Maret 2018 itu ditandatangani oleh Sekkab Pringsewu Budiman PM.

Dua kendaraan yang dimaksud Toyota Avanza BE 2068 UZ dengan nomor rangka MHKM1CA3JK008886 dan nomor mesin DDD9253. 

Kemudian pikap Toyota Hilux BE 9018 UZ dengan nomor rangka MROAW12G490017353 dan nomor mesin 1TR-6782312.

"Kami disarankan untuk melalui jalur mediasi terlebih dahulu," ujar Waskito.

Kapolsek Pringsewu Kota Andik Purnomo Sigit membenarkan kehadiran Waskito sebagai langkah koordinasi. Dia mengatakan, segera menemui Sekkab Pringsewu Budiman.

Baca: Kisah di Balik Viralnya Peta Indonesia ”Terbelah” di Punggung Jokowi

Andik mengaku akan menawarkan dua opsi mediasi. Sebab, pemkab bisa saja melakukan upaya melalui Inspektorat.

Mengingat, lanjut Andik, yang membawa dua kendaraan itu adalah pegawai negeri sipil (PNS) di bawah kewenangan Pemkab Pringsewu. Kalau pun Inspektorat tidak berhasil, bisa menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan upaya pengambilan paksa.

Bila randis tersebut tidak juga ditemukan, baru bisa menempuh jalur hukum. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved