Komunitas Ngopi Buka Lapak Baca Tiap Weekend

Untuk lapak baca buku, biasa mereka hadirkan di Tugu Juang dan Taman Lungsir setiap weekend.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Komunitas Ngopi menggelar lapak baca. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Buku adalah jendela dunia. Dari banyak membaca buku, kita bisa ”menggenggam” dunia.

Sayangnya, seiring perkembangan zaman, semakin sedikit orang yang suka membaca buku. Masyarakat saat ini lebih suka mencari informasi dari internet via ponsel.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Komunitas Ngobrol dan Berpikir (Ngopi) hadir di Bumi Ruwai Jurai pada 14 Februari 2017. Komunitas ini hadir guna menggiatkan lagi kebiasaan membaca buku di tengah-tengah masyarakat.

"Kami selaku generasi muda merasa gelisah, saat ini masyarakat atau mahasiswa itu tak lagi mengenal buku. Mereka lebih memilih gadget," tutur Ketua Lampung Ngopi Reza Fahlevi, Selasa, 10 April 2018.

Baca: Disebut Mangkir Sidang First Travel, Syahrini Ternyata Jalani Operasi di Jerman

Baca: China Tawarkan Beasiswa S-2 untuk PNS Lampung

Menurut mahasiswa UIN Raden Intan Lampung ini, di abad milenial budaya mahasiswa untuk membaca buku, berdiskusi, hingga menulis kerap ditinggalkan.

Untuk menggugah masyarakat kembali suka membaca buku, Komunitas Ngopi punya cara menarik. Yakni, membuka lapak baca buku di pusat-pusat keramaian serta menggelar diskusi di tempat-tempat terbuka yang santai seraya minum kopi.

Untuk lapak baca buku, biasa mereka hadirkan di Tugu Juang dan Taman Lungsir setiap weekend. Kegiatan dilakukan saat malam hari, mengingat lokasi tersebut ramainya pada malam hari.

"Banyak warga, orangtua, remaja hingga anak-anak bersantai di sana. Jadi kita buka lapaknya di sana," kata dia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved