Dugaan Penganiayaan, Ada 1 Alasan Keluarga Sopir Pejabat Lampura Berani Lapor Polisi

Tim Forensik Bhayangkara Polda Lampung mulai mengotopsi jasad Yogi Andhika (32), Kamis (12/4/2018).

Dugaan Penganiayaan, Ada 1 Alasan Keluarga Sopir Pejabat Lampura Berani Lapor Polisi
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Penggalian makam Yogi Andhika. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim Forensik Bhayangkara Polda Lampung mulai mengotopsi jasad Yogi Andhika (32), Kamis (12/4/2018).

Sebelum otopsi, tim terlebih dahulu membongkar makam sopir pejabat tinggi Pemkab Lampung Utara itu pada pagi hari.

Lokasi makam berada di Tempat Pemakaman Umum Umbul Senen, Perumahan Way Kandis, Tanjung Seneng, Bandar Lampung.

"Kami menggali makam dan melakukan otopsi berdasarkan permintaan Polres Lampura," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Komisaris Faizal Zulkarnaen.

Tim Forensik mengambil sampel untuk otopsi, terutama tulang-tulang di bagian kepala. Tim kemudian akan melakukan pemeriksaan jaringan atau patologi anatomi.

"Hasilnya akan kami bawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek untuk pemeriksaan jaringan. Ada tiga dokter yang melakukan otopsi," ujar Faizal.

Ia menjelaskan, tujuan otopsi untuk melihat apakah ada tanda-tanda kekerasan pada jasad Yogi.

Hasil pemeriksaan jaringan, menurut dia, akan keluar dalam waktu sekitar dua pekan.

Kasat Reserse Kriminal Polres Lampura Ajun Komisaris Syahrial tidak memberi penjelasan soal kasus dugaan penganiayaan terhadap Yogi.

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved