Diduga Utamakan Pembeli Jerigen, SPBU di Menggala Dikomplain Warga

Warga mengeluhkan pelayanan SPBU 24.345.107 yang berlokasi di Jalan Lintas Timur Terminal Menggala, Tulangbawang.

Diduga Utamakan Pembeli Jerigen, SPBU di Menggala Dikomplain Warga

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Warga mengeluhkan pelayanan SPBU  24.345.107 yang berlokasi di Jalan Lintas Timur Terminal Menggala, Tulangbawang.

Warga menilai, di SPBU tersebut petugas lebih mengutamakan konsumen yang membeli BBM solar menggunakan jirigen dari pada menggunakan kendaraan.

Nurman salah watu warga  mengaku kecewa atas sikap oknum petugas SPBU tersebut, karena lebih mengutamakan pembeli yang menggunakan jerigen.

Baca: Satu Lagi, Ibu-ibu Cantik Berumur 50 Tahun Dikira Pacar Anaknya yang Berusia 23 Tahun

"Saya tadi itu mau ngisi solar sudah antre dari pagi sekitar jam 7 lewat lah, karena ada tempat yang kosong saya masuk ke situ minta tolong isiin. Tapi petugasnya malah melambaikan tangan ngasih kode enggak boleh ngisi disitu, tapi yang membeli pakai jerigen dilayani," ujar Nurman yang juga merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tulangbawang, Rabu (18/04).

Baca: Berhijab Tapi Ada Tato di Dahi, Ternyata Begini Masa Lalu Wanita Cantik Ini

Dia menyayangkan buruknya pelayanan tersebut. Menurutnya dengan sistem pelayanan yang mengutamakan pembeli menggunakan jirigen mengakibatkan adanya antrian panjang kendaraan yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM).

"Seharusnya pelayanan pengisian minyak itu kan harus mengutamakan pembeli yang menggunakan kendaraan dari pada pengecor. Supaya tertib, jadi kan enggak ada antrian kendaraan," kata dia.

Sementara itu Pengawas SPBU setempat Heri mengaku untuk memberikan ketertiban terhadap pembeli pihaknya membagi beberapa tempat pengisian BBM.

"Disitu kan ada mesin l khusus untuk umum. Ada juga mesin untuk pengecor, karena gunanya agar  tidak terganggu lalulalang kendaraan, makanya kita khususkan" ujarnya.

Menurutnya sesuai peraturan mesin khusus untuk pengecor tidak dapat digunakan untuk umum. Namun, jika terjadi antrean panjang kendaraan baru dapat digunakan.  (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved