Kemarau, Warga di Pulau Ini Harus Beli Air Bersih

Pasalnya, dua sumur yang ada airnya kotor. Jadi tidak lagi bisa digunakan untuk minum dan memasak.

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Warga Pulau Rimau Balak terpaksa membeli air bersih karena kemarau. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KETAPANG – Musim kemarau menjadi momok bagi warga yang bermukim di Pulau Rimau Balak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Tidak hanya terik matahari yang membakar. Namun setiap kemarau, warga pulau yang ada di Selat Sunda itu selalu kesulitan air bersih.

Seperti yang terjadi saat ini. Sudah lebih dari sebulan terakhir, puluhan warga Pulau Rimau Balak mengalami kesulitan air bersih.

Baca: Demi Jualan Lagi, Pedagang Pasar Cendrawasih Rela Berutang

Pasalnya, dua sumur yang ada airnya kotor. Jadi tidak lagi bisa digunakan untuk minum dan memasak.

Warga pun terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan minum dan memasak. Biasanya mereka akan membeli air galon saat berbelanja ke Bakauheni atau ke PPI Keramat di Desa Sumur.

“Air sumur keruh tidak bisa digunakan. Terpaksa membeli air bersih galonan di warung. Tapi kalau tidak ada, terpaksa membeli ke darat,” kata Nurma, warga Pulau Rimau Balak, Kamis, 19 April 2018.

Baca: Asli Keren, Bocah 8 Tahun Bertubuh Mengerikan Ini Bisa Tiru Gerakan Bruce Lee Tanpa Cela

Menurut Syarial, warga lainnya, kondisi ini selalu dialami saat memasuki musim kemarau. “Air sumur hanya bisa untuk mencuci. Tidak bisa digunakan untuk memasak dan minum. Kalau pas musim hujan, terkadang air sumur cukup jernih,” terang dia. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved