Mahasiswi Diduga Korban Pencabulan Dosen Jalani Pemeriksaan di Polda

Penyidik Subdirektorat IV Remaja anak dan Wanita Ditreskrimum Polda Lampung melakukan pemeriksaan perdana terhadap Dc (22)

Mahasiswi Diduga Korban Pencabulan Dosen Jalani Pemeriksaan di Polda
kompas.com
ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG  - Penyidik Subdirektorat IV Remaja anak dan Wanita Ditreskrimum Polda Lampung melakukan pemeriksaan perdana terhadap Dc (22) mahasiswi yang diduga menjadi koban pelecehaan dari CA dosen pembimbingnya.

Subir Sulaiman paman korban menjelaskan, keponakannya diperiksa guna memenuhi panggilan penyidi, dalam rangka  pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan masih  seputar  kronologis kejadian.

Baca: Tujuh Ramalan yang Tak Terbukti Ini Jadi Fakta Bila Mbah Mijan Tidak Lagi Sakti

Subir menambahkan, selain korban ada  FD rekan korban yang diajukan sebagai saksi karena FD ini  merupakan  saksi fakta yang melihat kejadian tersebut. "Tadi ada teman ponakan saya yang juga diperiksa. Dia saksi yang memang melihat kejadian itu,” jelas Subir.

Dia menjelaskan sampai  saat ini  pihaknya belum menyerahkan bukti ke penyidik. Sedangkan mengenai kondisi keponakannya tersebut  masih mengalami syok. Pasalnya  korban saat ini statusnya masih kuliah dan memiliki beban psikologis.

Baca: Cara Anies Temui Erdogan Mirip Warga DKI yang Menunggu Kedatangan Ahok, Video Ini Buktinya

 "Kasus ini kan aib sedangkan keponakan saya  masih berkuliah jadi   tertekan. Karena itu kami minta pendampingan psikologis dari Damar. Dan keponakan saya itu juga sudah dapat panggilan dari pihak Dekan  FKIP Unila, mungkin itu klarifikasi,” pungkasnya.  

Sementara Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung membenarkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan  terhadap korban.   Pemeriksaan tersebut merupakan langkah awal  penyelidikan untuk mencari alat bukti.

"Benar,  harus diperiksa baik pelapor, saksi, terlapor. Nanti kita gelar hasilnya  menentukan apakah ada tindak pidana atau tidaknya dari laporan itu," ujarnya singkat. (rri)

Penulis: Romi Rinando
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved