Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - Salahgunakan Pesta Pernikahan, 21 Orang Digelandang ke Mapolresta

Sebanyak 21 penyalahguna narkotika ditangkap satuan reserse narkoba Polresta Bandar Lampung di Jalan Imam Bonjol.

Laporan Videografer Tribun Lampung Okta Kusuma Jatha

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 21 penyalahguna narkotika ditangkap satuan reserse narkoba Polresta Bandar Lampung di Jalan Imam Bonjol, Gang Lebak Budi, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Rabu, 25 April 2018 sekitar pukul 23.45 wib.

Baca: Padahal Cuma Pake Sandal Jepit, Penampilan Dian Sastro di Italia Tuai Pujian Netizen

Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang didapatkan dari masyarakat bahwa ada pesta pernikahan yang disalahgunakan untuk pesta narkoba.

"Setelah sampai disana ada salah satu orang berinisial F yang kemudian melarikan diri, kemudian anggota menangkap 23 orang yang diduga melakukan Penyalahguna narkoba," ujar Murbani saat ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu, 28 April 2018.

Baca: Adem Banget, Ini Interior Rumah Baru Gisella dan Gading Marten di Rempoa

Murbani menambahkan, dari jumlah itu 16 orang adalah laki-laki berinisial TR, HV, TJ, RN, DP, TB, MM, RD, SH, MH, RD, RO, MS, ES, AR, dan AS. "Nah, untuk perempuannya ada 7 orang, yakni MT, RN, SK, YT, TW, IR, dan MM," kata Murbani.

Pada saat dilakukan penangkapan, lanjut Murbani, dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa dua butir pil yang diduga extacy, seperangkat alat hisap sabu-sabu (bong).

Masih kata Murbani, kemudian terhadap 23 orang tersebut dilakukan tes urin. Hasilnya dua orang laki-laki dengan inisial AR dan AS negatif narkoba dan keduanya telah dikembalikan kepada keluarga.

"Selanjutnya dari hasil pengecekan urin yang kami lakukan, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan mengandung sabu-sabu atau metamefitamina," bebernya.

Selain itu, sepuluh orang laki-laki dan enam orang perempuan positif mengandung inex pil extacy MDMA.

Pasal yang disangkakan untuk 21 orang tersebut adalah pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Apabila dalam tenggang waktu enam hari penyelidikan untuk membuktikan peran masing-masing ternyata hanya dapat dibuktikan sebagai pemakai (pasal 127) maka akan diserahkan/ di asessmen di BNNP. (okj)

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved