Pilpres 2019

Setelah Gerindra-PKS Bikin Sekber Prabowo, Giliran Loyalis Jokowi Dirikan Rumah Jokowi

Menyongsong pendaftaran pasangan balon presiden dan wakil presiden, Agustus 2018, bermunculan sekretariat balon presiden.

Editor: Yoso Muliawan
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerindra dan PKS di Jalan Amir Hamzah Nomor 4 Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menyongsong pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Agustus 2018, mulai bermunculan sekretariat tim pemenangan balon presiden.

Setelah Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera mendirikan Sekretariat Bersama alias Sekber, muncul pula Rumah Jokowi.

Sekber Gerindra-PKS berlokasi di depan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

Peresmiannya berlangsung pada Jumat (27/4) malam.

Lokasi sekber ini tak begitu jauh dari sekretariat Rumah Jokowi.

Terlihat dari jalan raya, sekber untuk pemenangan Prabowo Subianto tersebut tampak sederhana.

Pagar berwarna hitam dan tumbuhan di halaman menutupi rumah satu lantai yang berdiri 95 tahun yang lalu itu.

Begitu masuk halaman, asitektur kolonial begitu terasa. Tulisan berbahasa Belanda "Willem-Marie Reyerse 4 Juli 1923" menyambut di salah satu pilar bangunan.

Di dalamnya, nuansa modern-vintage sangat kental. Ada kursi dan sofa dari kayu serta ornamen-ornamen klasik.

Ketua Sekber Gerindra-PKS M Taufik menjelaskan, rumah berukuran 500 meter persegi ini memiliki banyak makna bagi kedua partai.

Di antaranya, selama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, di rumah itulah Gerindra-PKS mengadakan rapat-rapat internal menggodok strategi pemenangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

"Rapatnya sangat terbatas. Istilahnya, yang 'aneh-anehnya' lah di sini," kata Taufik.

Sementara lokasi persis Rumah Jokowi berada di Jalan Penataran 5, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Terletak di seberang jalur rel kereta api jurusan Manggarai-Jakarta Kota yang berada di dekat Tugu Proklamasi.

Peresmiannya berlangsung pada Minggu (29/4).

Sejak siang, banyak warga memenuhi sekretariat yang berdiri dengan tujuan menyerap aspirasi untuk menyukseskan program Presiden Joko Widodo itu.

"Sebelum bicara pemenangan, kami mau bicara menyukseskan program pemerintahan Jokowi," jelas Ketua Nasional Pengelola Rumah Jokowi, Yongki Jonackta.

"Karena, tanpa pembangunan infrastruktur seperti yang Pak Jokowi lakukan sekarang, bangsa kita akan tertinggal terus," sambungnya.

Terbatasnya lahan parkir membuat ratusan pendukung dan simpatisan Jokowi terpaksa menempatkan kendaraannya di pinggir Jalan Penataran.

Lalu lintas pun tersendat lantaran penutupan sebagian ruas Jalan Proklamasi.

Selama menunggu peresmian, para pendukung dan simpatisan terhibur dengan pertunjukan musik dan berbagai makanan yang tersedia di gerobak angkringan.

Bersejarah

Ingin mengulang sejarah kemenangan dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 membuat Partai Gerindra-PKS memilih lagi rumah di depan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai sekber.

"Kemarin bisa menang (mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta). Mudah-mudahan besok (Pilpres 2019) bisa menang lagi," kata Ketua Sekber Gerindra-PKS M Taufik.

Pemilik rumah tersebut, Syukri Bey, merupakan kader Gerindra.

Sebelumnya, ia menyewakan bangunan itu kepada siapapun yang berminat.

Namun kali ini, Syukri meminjamkannya hingga masa Pemilu 2019 berakhir.

"Ya, sampai selesai (pemilu) kami akan di sini. Semuanya nanti di sini. Liputan, deklarasi, serta diskusi, semuanya di sini. Sampai selesai pilpres," ujar Taufik.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang hadir dalam peresmian sekber menyebut lokasi sekber identik dengan calon pemimpin negara ini.

"Rupanya jalan ini (Taman Amir Hamzah) lumayan bersejarah. Dulu, kakek saya di (rumah) nomor 10. Kemudian, orangtua Gus Dur di nomor 8. Banyak tokoh republik ada di sini dulu. Saya kecil juga di sini. Di ujung situ, dulu (rumah mantan Presiden Amerika Serikat) Obama," kata Prabowo.

(tribunnetwork/zal/ryo)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved