Tim Safety Riding Honda Lampung Sambangi SMK Pelita

Tim safety riding Honda gencar menggelar program safety riding di sekolah-sekolah di Lampung.

Tim Safety Riding Honda Lampung Sambangi SMK Pelita
Ist
Tim Safety Riding Honda Lampung Sambangi SMK Pelita 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim safety riding Honda gencar menggelar program safety riding di sekolah-sekolah di Lampung.

Salah satu sekolah yang kembali di kunjungi oleh PT Tunas Dwipa Matra selaku main dealer sepeda motor Honda di Lampung untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara adalah SMK Pelita, Sabtu (28/4).

Kegiatan yang dikuti oleh sekitar 535 peserta dari siswa-siswi SMK Pelita ini diramaikan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya edukasi safety riding dari Polres Pesawaran, Kompetisi Ekskul dan juga games #Cari_Aman.

Baca: Harganya Sudah 10.000 Kali Lipat, Apa Iya Koin Rp 500 Gambar Melati Mengandung Emas? 

Para siswa juga diberikan materi dasar mengenai demo melakukan pengecekan kendaraan, riding postur, pengenalan rambu-rambu, serta pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara terutama helm bagi pengendara maupun pembonceng.

Dalam kegiatan ini tim safety riding memberikan tips berkendara yang baik dan benar di jalan raya secara aman.

Baca: Seumur Hidup Belum Dapat Hadiah, Ali Nggak Nyangka Dapat Hadiah Rumah

Salah satunya adalah harus memperhatikan postur tubuh saat berkendara karena cepat lelahnya tubuh kita disebabkan oleh salahnya postur berkendara hingga menyebabkan lelah dan mengantuk, dimana lebih dari 90% faktor penyebab kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia dan yg sering terjadi karena mengantuk dan lelah.

Manager Promotion TDM Rusli Mantaring dalam rilis mengatakan, Honda dikenal sebagai produsen sepeda motor yang tidak hanya menjual dan memproduksi sepeda motor, tetapi Honda juga peduli akan keselamatan dengan slogan ” No Sale Without Safety”. Untuk itu, kegiatan safety riding Honda terus digalakkan.

“Dalam kegiatan ini memang difokuskan bagi siswa-siswi yang sudah berusia 17 tahun atau mendekati usia layak untuk memiliki SIM sebagai syarat izin mengemudi. Melalui kegiatan ini kami berharap, para peserta dapat menjadi pengendara yang mengutamakan keselamatan berkendara sehingga terciptanya tertib berlalu lintas," jelasnya/.

Para siswa juga dibekali pemahaman tentang keamanan standar komponen kelengkapan kendaraan, mulai dari helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu, serta kelengkapan kendaraan.

Pasalnya, sering kali kendaraan yang digunakan oleh para siswa ini dimodifikasi tanpa mempertimbangkan seperti apa nantinya keamanan dan kelayakan kendaraan itu sendiri. Dalam kegiatan ini pula, para peserta melakukan atraksi tentang bahaya kecelakaan yang diperagakan lewat drama. (ana/*)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved