Ini Penyebabnya Banyak Masyarakat Lamsel Derita Hipertensi
Hipertensi (darah tinggi) masih menjadi gangguan kesehatan yang banyak dikeluhkan dan diderita warga masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL - Hipertensi (darah tinggi) masih menjadi gangguan kesehatan yang banyak dikeluhkan dan diderita warga masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.
Berdasarkan data dari 10 besar penyakit tidak menular berbasis puskesmas Dinas Kesehatan kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2017 lalu, hipertensi menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah kasus sebanyak 25..081 penderita.
Baca: Akademisi Ini Sebut Perencanaan Kegiatan Festival Kalianda Lemah
“Hipertensi masih menjadi kasus penyakit tidak menular terbanyak dialami warga masyarakat. Selain itu ada juga asma dan deabetesmilitus (kencing manis),” kata kepala dinas Kesehatan kabupaten Lampung Selatan, Jimmy P. Hutapea saat sosialisasi tentang penyakit tidak menular, senin (30/4).
Baca: Besok, 6 Ribu Buruh Akan Aksi di Tugu Adipura dan Lapangan Korpri
Menurut dirinya, faktor-faktor resiko paling tinggi mengalami gangguan penyakit tidak menular ini dikarenakan kurangnya mengkonsumsi makanan serat. Seperti buah-buahan dan sayuran.
Kemudian, lanjut Jimmy, kebiasaan masyarakat yang merokok, kurangnya aktivitas fisik (olaharaga) dan juga faktor obesitas (berat badan berlebihan).
“Perubahan pola hidup masyarakat saat ini turut menunjang faktor resiko. Dan ini menjadi perhatian kita untuk mengurangi faktor resiko ini,” terang dirinya.
Pemerintah kabupaten Lampung Selatan sendiri telah menjalankan gerakan hidup sehat. Salah satunya mendorong masyarakat untuk bisa memperbanyak kegiatan fisik minimal 30 menit perhari. Juga mendorong masyarakat untuk bisa meningkatkan pola konsumsi sehat dengan memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan.
“Kita juga mendorong masyarakat untuk secara rutin setiap 6 bulan melakukan pemeriksaan kesehatan. Sehingga gejalan penyakit tidak menular, seperti hipertensi ini bisa dideteksi sejak dini,” ujar Jimmy.(dedi/tribunlampung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sosialisasi-tentang-penyakit-tidak-menular_20180430_154203.jpg)