Siswa SD dan SMP Diwajibkan Baca Kitab Suci
Siswa yang sedang menempuh pendidikan dasar yakni SD hingga SMP di Kabupaten Pringsewu kini diwajibkan membaca minimal 10 ayat kitab suci,
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Siswa yang sedang menempuh pendidikan dasar yakni SD hingga SMP di Kabupaten Pringsewu kini diwajibkan membaca minimal 10 ayat kitab suci, dan membaca minimal 10 halaman buku pengetahuan setiap hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu, Heri Iswahyudi mengatakan, kewajiban membaca kitab suci dan buku pengetahuan ini di luar jam pelajaran yang terjadwal di sekolah.
Baca: Ungkapkan Dukacita atas Teror di Kampung Halamannya, Ini Arti Jihad di Mata Maia Estianty
"Untuk kita suci yang dibaca disesuaikan dengan agama masing-masing siswa. Jika beragama Islam maka siswa tersebut wajib membaca minimal 10 ayat Alquran," ujar Heri, Minggu (13/5).
Tidak hanya bagi peserta didik, menurut dia, kewajiban itu juga untuk jajaran pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu. Termasuk, para kepala UPT, pengawas, dan guru.
Heri mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca. Baik itu buku cetak maupun buku elektronik. Sebab, menurut dia, secara umum minat baca pelajar saat ini tergolong rendah dibanding pelajar di negara lain.
Baca: Polisi Tangkap Tiga Pembobol Warung Kopi di Sragi
Menurutnya, dengan membaca dan memahami kitab suci dapat memiliki pedoman hidup yang kokoh, dan harapannya akan menjadi pintar dan mudah dalam menjalani kehidupan.
"Dalam waktu dekat saya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Kementerian Agama, serta pimpinan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Pringsewu agar SMA, SMK, MA, dan perguruan tinggi yang berada di kabupaten itu juga melakukan hal yang sama, tentu dengan porsi dan metode yang berbeda," ungkapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pringsewu Nurul Ikhwan merespon baik program tersebut. Dia menilai bagus apa bila program membaca kitab suci betul-betul dilaksanakan untuk masing-masing pemeluk agama.
Mengingat, tambah dia, di Bumi Jejama Secancanan itu bukan terdiri dari satu agama. Melainkan terdiri dari berbagai macam keyakinan.
Dengan begitu, Nurul berharap semua insan bisa mengerti dan memahami isi daripada kitab suci dari agama yang dianut. "Sebagai anggota komisi IV mendorong terus sehingga jangan sampai programnya putus di tengah jalan," ujar Nurul seraya berharap program yang baik tersebut dapat didukung pemerintah daerah.(dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-baca-alquran_20171013_101138.jpg)