Sambut Bulan Puasa, Harga Beberapa Komoditas di Lampung Utara Melonjak

Memasuki bulan puasa pertengahan Mei ini, harga beberapa komoditas di Lampung Utara melonjak.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Yoso Muliawan
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Tim Pengendalian Inflasi Daerah Lampung Utara bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja Lampura menggelar inspeksi mendadak di pusat perbelanjaan, Rabu (16/5/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANUNG BAYUARDI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Memasuki bulan puasa, harga beberapa komoditas di Lampung Utara melonjak.

Harga ayam potong, misalnya, naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Sementara harga telur merangkak dari Rp 22 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg.

Suryati (45), pedagang ayam potong di Pasar Pagi Kotabumi, mengungkapkan, harga ayam potong sudah hampir sepekan ini naik.

"Penyebabnya, stok di beberapa agen menipis," katanya, Rabu (16/5/2018).

Nanik (40), pedagang lainnya, mengaku tak bisa berbuat banyak karena harga telur dari agen sudah tinggi.

"Sebelumnya Rp 22 ribu per kg. Sekarang, 25 ribu per kg," ujarnya.

Alhasil, sejumlah warga memutuskan mengurangi pembelian. Surtati, warga Kotabumi, mengakali dengan membeli 1/2 kg dari biasanya 1 kg.

"Ya ngurangin jumlah pembelian. Lumayan buat beli keperluan lain," katanya.

Surtati menilai, kenaikan harga komoditas biasa terjadi memasuki bulan puasa hingga menjelang Lebaran.

Ia pun berharap Pemkab Lampura mengambil tindakan untuk menekan harga.

"Kalau harga sudah naik, bisa segitu terus ke depannya," ujar Surtati.

Kepala Dinas Perdagangan Lampura Wanhendri membenarkan terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditas.

Ini berdasarkan hasil inspeksi mendadak Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan Satuan Polisi Pamong Praja di beberapa titik.

"Dari hasil turun (sidak), harga telur dari sebelumnya Rp 22 ribu menjadi Rp 24 ribu per kg. Kemudian daging dari sebelumnya Rp 120 ribu menjadi Rp 130 ribu per kg," beber Wanhendri.

"Kenaikan harga menjadi permasalahan umum. Jika permintaan meningkat, maka harga akan naik," imbuhnya.

Pihaknya akan mengambil langkah, di antaranya berkoordinasi dengan Disdag Lampung, terutama untuk harga daging.

Jika memungkinkan, pihaknya akan meminta daging beku seharga Rp 80 ribu per kg.

"Begitu juga soal harga telur. Kami akan coba menghubungi distributor. Janganlah mengambil keuntungan terlalu besar. Kasihan dengan warga kecil," kata Wanhendri.

Operasi Pasar di Pasar Central

Untuk menstabilkan harga komoditas, khususnya sembako, Polres Lampura bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Lampura menggelar Operasi Pasar, Rabu (16/5/2018).

OP bertempat di Pasar Central Kotabumi.

"Hari ini (Rabu) sudah hari ketiga OP. Harga jualnya lebih murah Rp 400 sampai Rp 1.500," kata Kapolres Lampura Ajun Komisaris Besar Eka Mulyana seraya berharap pihak terkait, terutama pemkab, turut menggelar OP.

Di OP, warga bisa membeli beras kualitas medium seharga Rp 9.000 dari harga pasaran Rp 10.500 per kg.

Kemudian tepung terigu seharga Rp 7.900 dari harga pasaran Rp 8.300 per kg.

Ada pula minyak goreng kemasan seharga Rp 11.800 dari harga pasaran Rp 12.500 per kg.

Kasi Analisis Harga Pasar Bulog Subdivre Lampura Akhmad Fahmi Yasin mengungkapkan, hingga Rabu, sudah 118 liter minyak goreng terjual di OP.

Kemudian beras terjual 160 kg, tepung terigu 46 kg, dan gula pasir 238 kg.

"Lumayan banyak yang sudah terjual," ujarnya.

Surlina (38), warga Kotabumi, senang dengan adanya OP lantaran harga jual sembakonya lebih murah ketimbang harga pasaran.

"Ya lumayan membantu. Tadi beli minyak goreng dan tepung terigu," katanya.

Makanan Kedaluwarsa Masih Nihil

Dalam sidak, Rabu (16/5/2018), TPID bersama YLKI dan Satpol PP Lampura belum menemukan barang dagangan kedaluwarsa.

Tim berjanji menarik peredaran makanan kedaluwarsa jika menemukannya dalam sidak berikutnya.

Kepala Disdag Lampura Wanhendri menjelaskan, sidak seperti ini bukan hanya saat memasuki bulan Ramadan, melainkan tugas rutin disdag bersama tim.

"Karena ini momennya bulan Ramadan, maka kami harus memperluas pengamanan. Terutama, ketersediaan bahan pokok," ujarnya.

Sidak berlangsung antara lain di Pusat Belanja Ramayana Kotabumi, Toko Serba Ada Taruko, hingga Indomaret dan Alfamart di Lampura.

Tim berpencar melakukan pengecekan mulai dari makanan ringan, minuman kaleng, sampai sarden.

"Yang paling kami utamakan adalah masalah keamanan makanan. Kami belum menemukan makanan-makanan yang expired (kedaluwarsa)," kata Wanhendri.

"Kalau ke depan kami temukan, tentu langsung kami tarik dari peredaran," janjinya.

Pihaknya pun mengimbau para pemilik toko, swalayan, dan warung-warung kecil agar menarik makanan yang sudah kedaluwarsa.

"Jangan sampai membahayakan konsumen," ujar Wanhendri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved