BREAKING NEWS LAMPUNG

Jadi Jambret, Mantan Satpam Ini Hanya Incar Tas Wanita

Meski demikian, Ismail baru mau beraksi hanya saat sedang buntu alias tak punya uang.

Jadi Jambret, Mantan Satpam Ini Hanya Incar Tas Wanita
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Ismail (kedua kiri), penjambret guru SMAN 10, dihadirkan dalam ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis, 17 Mei 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ismail (29), pelaku penjambretan guru SMA Negeri 10 Bandar Lampung, mengaku hanya mengincar wanita sebagai korbannya. Terutama mereka yang terlihat menaruh tasnya di pangkuan saat naik motor.

"Cuma mengincar tas yang dipangku atau digantung. Kalau dibekep tengah, kami gak incar," tutur Ismail saat dihadirkan dalam ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis, 17 Mei 2018.

Ismail mengatakan, uang hasil kejahatannya dibagi rata dengan empat rekannya. "Kami ada empat orang. Jadi kalau dapat kami bagi rata empat orang," ungkapnya.

Apabila mendapatkan ponsel di dalam tas korbannya, Ismail atau rekannya langsung menjualnya. "Ya paling banter Rp 800 ribu. Dibagi rata. Buat kebutuhan sehari-hari soalnya," sebutnya.

Baca: Mengaku Cawabup, 2 Tahanan Rutan Kota Agung Tipu 4 Korban

Meski demikian, Ismail baru mau beraksi hanya saat sedang buntu alias tak punya uang.

"Ya kalau buntu, saya jalan. Belum pernah dipenjara. Saya memang pengangguran dan pernah jadi security di Jakarta," tutupnya.

Ismail diringkus Tekab 308 dan Unit Reskrim Polsek Tanjungkarang Timur di Hanura, Pesawaran, Rabu, 16 Mei 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

Salah satu aksinya adalah saat menjambret guru SMA Negeri 10 Bandar Lampung di Jalan Pahlawan 1, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Rabu 25 April 2018.

Baca: Ismail Sudah 11 Kali Menjambret di Bandar Lampung

Ketika itu, akibat tarik-menarik tas dengan jambret, guru bernama Husnul Hotimah (23), warga Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, dan Minarni (36), warga Way Hui, Lampung Selatan, menabrak pagar rumah warga.

Akibat kejadian itu, kedua korban kehilangan sejumlah barang berharga dan uang tunai.

"Barang yang ada di dalam tas itu handphone Samsung, ATM, KTP, dan uang tunai Rp 6 juta lebih," bebernya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved