Oknum TNI AD dan PNS Jadi Tersangka Pembunuhan Mantan Sopir Bupati Lampura

Kapolda mengatakan, dari hasil penyidikan pihaknya kemudian menetapkan dua tersangka, yakni AN oknum TNI dan MI oknum PNS Lampung Utara.

Oknum TNI AD dan PNS Jadi Tersangka Pembunuhan Mantan Sopir Bupati Lampura
Tribun Lampung/Eka Achmad Solihin
Proses autopsi jenazah Yogi Andhika di TPU Umbul Senen, belakang SD Negeri 1 Perumahan Way Kandis, Tanjung Seneng, Bandar Lampung, Kamis, 12 April 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepolisian Daerah Lampung menetapkan dua tersangka dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian Yogi Andika, mantan sopir Bupati Lampung Utara.

Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan, dari hasil penyidikan pihaknya kemudian menetapkan dua tersangka, yakni AN oknum TNI dan MI oknum PNS Lampung Utara.

Baca: Indekos di Bandar Lampung Bakal Ditarik Pajak, Begini Penjelasannya

Baca: Kemenkumham Ganti Kalapas Kalianda, Status Muchlis Adjie Ditentukan Besok Pagi

Baca: Surat BKN Sebut Pengangkatan 25 Plt Kadis Salahi Aturan, Yusuf Kohar Tanggapi Santai

Namun, Suntana enggan menjelaskan secara rinci indentitas kedua tersangka.

"Ada dua tersangka, salah satunya hasil koordinasi dengan Kodam dan Pangdam, kami serahkan ke teman-teman TNI. Yang satunya oknum PNS Lampung Utara. Dua orang itu sedang kami proses," ujar Suntana, Minggu (20/5/2018).

Dari Surat Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) No B/293/IV/2018 tertanggal 24 Mei 2018 Ditreskrimum Polda Lampung yang diserahkan ke keluarga korban, penyidik menetapkan tersangka MI.

Penyidik menjerat MI dengan Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan Secara Bersama-sama.

Sementara dalam poin SP2HP tersebut penyidik melimpahkan tersangka oknum TNI AD ke POM AD untuk dilakukan penyidikannya.

Kuasa hukum Yogi, Rudi Hermanto mengapresiasi jajaran Polda Lampung yang telah menetapkan tersangka.

Baca: Jalan di Lokasi Underpass Makin Sempit, Pengendara Diimbau Lewat Jalan Alternatif

"Kita apresiasi langkah Polda Lampung yang cepat dan serius menindaklanjuti laporan kami. Kami meminta kepada kepolisan kasus ini diusut sampai tuntas," ujarnya Rudi.

Yogi yang merupakan sopir pejabat tinggi Pemkab Lampung Utara ini diduga dianiaya.

Dugaan tersebut merujuk pada laporan ibu korban pada 20 Maret 2018 dengan nomor laporan LP/237/III/Polda Lampung/SPKT Res Lam Ut.

Dalam laporan tersebut diungkapkan, peristiwa terjadi sekitar Juli 2017.

Baca: Pria Ini Temukan Ibu Kandungnya Setelah Terpisah 48 Tahun

Saat itu Yogi pulang dengan tubuh penuh luka dan memar, bagian belakang kepala pecah, ada sundutan rokok di punggung serta sempat muntah darah.

Pihak keluarga pun sempat membawa Yogi ke rumah sakit. Yogi dirawat lima hari di RSUAM, lalu dibawa pulang karena keterbatasan biaya.(*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: nashrullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved