2 Kasus Upal Terjadi di Metro dalam 2 Minggu, Begini Ciri-ciri Terduga Pelaku
Dalam dua minggu terakhir, dua kasus peredaran upal ditemui di Bumi Sai Wawai.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Menjelang Idul Fitri, peredaran uang palsu (upal) terjadi di Metro.
Dalam dua minggu terakhir, dua kasus peredaran upal ditemui di Bumi Sai Wawai.
Kasus peredaran upal pertama terjadi di Pasar Margorejo, Metro Selatan.
Korban yang merupakan seorang penjual sayur, Supartyah (60) menuturkan, ia mendapat upal dari seseorang yang membeli pisang di tempatnya berjualan.
Baca: Bongkar Rahasia, Ternyata Begini Perilaku Mertua Nia Ramadhani ke Menantunya
"Orangnya belum tua, ciri-cirinya pas beli pakai helm, helmnya nggak dilepas, dan belinya agak terburu-buru,” ungkap Supartyah, Senin (21/5/2018).
Kejadian tersebut, menurut Supartyah, berlangsung pada minggu lalu. Pembeli tersebut membeli pisang seharga Rp 20 ribu.
“Dia kasih uang pecahan Rp 100 ribu. Saya memang sempat curiga karena dia terburu-buru saat membeli,” kata Supartyah.
Kasus peredaran upal lainnya menimpa Aris, warga Imopuro, Metro Pusat.
Ia mendapat upal dari seseorang yang berbelanja di warungnya.
Pembeli tersebut membeli barang dengan nominal rupiah kecil, tetapi menggunakan pecahan besar.
"Dia beli rokok sama bensin. Uangnya Rp 100 ribu. Saya tanya ada uang kecil saja, nggak ada katanya,” terang Aris.
Serupa Supartyah, Aris mengungkapkan, pembeli tersebut pun memiliki kebiasaan serupa, yaitu memakai helm saat berbelanja.
Pembeli tersebut pun tampak terburu-buru saat membeli barang dagangan Aris.
“Kalau ciri-ciri, nggak kelihatan. Pakai helm soalnya. Kami nggak sempat berpikir panjang. Baru pas dicek ulang, uangnya kok beda," tutur Aris.
Kapolres Metro, Ajun Komisaris Besar Umi Fadilah Astutik meminta warga tidak khawatir dengan adanya peredaran upal, dan segera melaporkan ke polisi apabila menemukan ada orang yang mengedarkan upal.
Umi menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan penanganan kasus upal yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
"Tentu, kami lakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Saya minta masyarakat tidak cemas terhadap isu ini, dan tetap bertransaksi seperti biasa," kata Umi.
Intensifkan Sosialisasi
Wakil Ketua Komisi I DPRD Metro, Nasrianto Effendi meminta pemerintah dan Bank Indonesia lebih mengintensifkan sosialisasi terkait peredaran upal.
Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait peredaran upal.
"Jadi, mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam bertransaksi. Ini harus terus diingatkan. Apalagi memang menjelang Lebaran ini, ada saja usaha orang berbuat jahat memanfaatkan momen," ujar Nasrianto.
Masyarakat, Nasrianto mengungkapkan, pun diharapkan dapat lebih teliti saat melakukan transaksi jual beli.
Baca: 7 Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Disentuh Sembarangan, Rawan Terserang Bakteri
Terutama, para pedagang, baik di pasar maupun warung.
“Dengan menerawang dan melihat ketebalan serta benang dalam uang kertas, itu biasanya beda kalau asli. Intinya, lebih teliti. Dan, segera melapor ke polisi jika mendapatkan uang palsu,” kata Nasrianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/uang-palsu-ilustrasi_20180129_223107.jpg)