Ini Ciri-ciri Takjil Mengandung Zat Pewarna dan Pengawet

Masyarakat waspada dan jangan mudah tertipu membeli takjil dijajakan pedagang dadakan saat ramadan.

Ini Ciri-ciri Takjil Mengandung Zat Pewarna dan Pengawet
Tribunlampung/Okta
pedagang takjil 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Kesehatan Tanggamus mengimbau masyarakat waspada dan jangan mudah tertipu membeli takjil dijajakan pedagang dadakan saat ramadan.

Tujuannya, mengantisipasi mengonsumsi makanan memiliki kandungan bahan berbahaya.

Sekretaris Diskes Tanggamus Taufik Hidayat, mengatakan, bahan berbahaya yang dimaksud mengandung pewarna dan pengawet.

Bahan berbahaya kategori pewarna adalah menggunakan zat pewarna pakaian atau Rodhamine B.

Zat itu dicampur, warnanya akan lebih tajam, atau mencolok.

Sedangkan penggunaan pengawet, zat berbahaya biasa digunakan adalah boraks.

Makanan diberi bahan tersebut ketahanannya akan lama khususnya makanan olahan basah.

Misalnya, mie,tidak mudah putus dan pada bakso akan sedikit keras, plus tidak ada lalat menghinggapinya saat dijajakan di tempat terbuka.

"Dua bahan berbahaya ini mampu menarik masyarakat awam karena warnanya terkesan hidup."

"Padahal, semua makanan diberi bahan berbahaya mulai dari zat pewarna dan pengawet dapat menimbulkan kanker, atau minimal dampak jangka pendek mengakibatkan diare," ujar Taufik, Senin (28/5/2018).

Untuk itu imbuhnya, Diskes meminta pembuat takjil tidak menggunakan bahan berbahaya membuat makanan.

"Jangan sampai digunakan demi mengejar keuntungan momentum ramadan, namun justru merugikan konsumen yakni masyarakat," ujar Taufik. (*)

Tags
Kota Agung
Penulis: Tri Yulianto
Editor: martin tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved