TONTON VIDEONYA: Dahsyatnya Gelombang 4 Meter Sapu Pantai Kota Agung, Tanggamus

Dahsyatnya gelombang 4 meter di Kota Agung telah menimbulkan kerugian untuk satu perahu kisaran Rp 25 juta sampai Rp 50 juta.

TONTON VIDEONYA: Dahsyatnya Gelombang 4 Meter Sapu Pantai Kota Agung, Tanggamus
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Gelombang tinggi di perairan Kota Agung, Tanggamus 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dahsyatnya gelombang 4 meter  di perairan Kota Agung ibu kota Kabupaten Tanggamus  telah menghancurkan kapal nelayan.

Gelombang 4 meter ini membuat pemerintah setempat melarang untuk sementara aktivitas nelayan di perairan.

Setidaknya sampai saat ini 15 perahu nelayan berbagai bobot rusak dan tenggelam di perairan Kota Agung akibat hantaman gelombang 4 meter.

Menurut Aris Munandar, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Agung, sampai saat ini pihaknya masih mendata berapa perahu yang tenggelam dan rusak.

Baca: Brimob Batalyon B Pelopor Lamteng Siap Amankan Mudik Lebaran Hingga Pilpres 2019

"Perahu yang tenggelam berbagai ukuran, dan bahannya ada yang dari kayu ada yang fiber. Kami belum tahu pasti keseluruhan masih menghimpun data sementara," terang Aris, Selasa 29 Mei 2018.

Data sementara perahu-parahu yang rusak adalah milik Herwan, Ranto, Mukhlis, Ujang, Agus Suhendra, Rudiandi, Indra Susanto, Candra, Zakri, Suryani, Alik, Suhaidi, Husin, Yatim, Rendi.

Seluruh perahu dalam posisi angker di sekitar Pelabuhan Perikanan dan Pelabuhan Perhubungan, pantai Kuripan dan Muara Indah.

Aris mengaku, kerugian total belum bisa ditaksir, namun untuk satu perahu kisaran Rp 25 juta sampai Rp 50 juta atau antara bobot tiga grosston sampai lebih dari enam grosston.

"Atas musibah ini kami minta ada bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung, Bupati Tanggamus, DKP Tanggamus," ujar Aris. 

Baca: Pengemis di Sekitaran Vihara Thay Hin Bio Ketiban Rejeki di Momen Hari Raya Waisak

BPBD Tanggamus menyatakan sementara ini belum ada korban jiwa atas gelombang tinggi di perairan Kota Agung.

Menurut Kabid Kedaruratan Adi Nugroho, pihaknya bersama Basarnas sudah bersiaga lebih dari 12 jam dan belum ada laporan korban jiwa baik itu nelayan atau masyarakat.

"Untuk korban jiwa belum ada laporan, tapi untuk kerugian materiil berupa perahu sudah banyak, dan kami masih tunggu laporan total gabungan nelayan," ujar Nugroho, Selasa 29 Mei 2018.

Ia mengaku belum tahu pasti penyebab gelombang tinggi yang terjadi saat ini. Dan informasi tentang itu dari pihak terkait pun minim diterima BPBD Tanggamus

TONTON VIDEONYA DI SINI :

BACA JUGA :

Bunuh Perampok dalam Rangka Bela Diri, Remaja Bekasi Ini Malah Dijadikan Tersangka

Prilly Latuconsina Diingatkan Dosa Pacaran, Menantu Ustaz Arifin Ilham Sampai Ikut Bicara

Sempat Tipu Keluarganya Bahkan Diliputi Rasa Benci, Ini yang Membuat Meggy Mau Menikah dengan Kiwil

 

 

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Safruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved