Soal Bagi-bagi Kambing dan Ayam di Pringsewu, Ini Hasil Kajian Panwaslu Pringsewu

Panwaslu Kabupaten Pringsewu akhirnya membuat pernyataan resmi, hasil pleno mereka terhadap dugaan pelanggaran pembagian ayam dan kambing

Soal Bagi-bagi Kambing dan Ayam di Pringsewu, Ini Hasil Kajian Panwaslu Pringsewu
Tribunlampung/Beni
Panwaslu Pringsewu 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pringsewu akhirnya membuat pernyataan resmi, hasil pleno mereka terhadap dugaan pelanggaran pembagian ayam dan kambing yang dilakukan Baznas Lampung, yang semula diduga berkaitan dengan pasangan calon petahana M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri.

Panwas menyatakan hasil kajian mereka tidak ditemukan unsur pelanggaran.

“Tidak menemukan unsur dugaan pelanggaran pemilihan kada dalam kegiatan pembagian ZIS 9Zakar Infaq Sodaqoh) di pekon Banyu Urip, Banyumas oleh Baznas LampunG"

Baca: Turis Indonesia Paling Banyak Habiskan Uang di Israel Sehari Rp 4 Juta. Untuk Apa Saja?

Baca: Usai Ceramah di Luar Kota, Tetiba Tubuh Ustaz Abdul Somad Menggigil dan Sulit Jalan. Ini Ceritanya!

"Dari hasil pengawasan dan penelusuran informasi awal terhadap kegiatan BAZNAS yg dilakukan dirumah Darmanto, salah seorang tokoh masyarakat di Pekon Banyu Urip, Banyumas tersebut, yakni pembagian 25 ekor kambing dan sekitar 700 ekor ayam kepada 441 orang masyarakat kurang mampu di kecamatan Banyumas,” jelas ketua Panwas Pringsewu Azis Amriwan.

Menurut dia, pada saat kegiatan berlangsung (25/5/2018), lalu, Panwas melalui jajaran Panwascam dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) melakukan pengawasan langsung dan hasil yang dilaporkan, tidak menemukan adanya dugaan pelanggaran Pilkada sebagaimana ketentuan UU 10/2016 tentang Pilkada.

“Terkait adanya spanduk paslon yang menempel di lokasi sementara penampungan kambing dan ayam, yakni dirumah Darmanto selaku tuan rumah, Panwas juga telah terjun langsung ke lapangan pada hari yang sama untuk meminta keterangan dari Darmanto.

"Dari keterangan yang diberikan, bahwa adanya spanduk paslon digunakan sebagai penutup/pelindung sementara hewan ternak yang akan dibagikan, dan tidak ada unsur kesengajaan yang bertujuan untuk kampanye,”  ungkapnya.

Sebagai barang bukti, terusnya terdapat beberapa spanduk dari paslon yang berbeda-beda hasil pengumpulan Darmanto yang tercecer di berbagai tempat di sekitar Pekon Banyu Urip.

“Keterangan tersebut diperkuat adanya pengakuan PPS Pekon Banyu Urip, Banyumas bahwa terdapat beberapa spanduk paslon yang terlepas karena faktor alam dan diketahui dikumpulkan oleh darmanto,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved