Mendulang Untung dari Peci Karakter, Bulan Puasa Penjualan Naik 50%

Tokoh karakter yang menjadi tren kali ini adalah Tayo (karakter kartun bus) dan Cars (mobil).

Mendulang Untung dari Peci Karakter, Bulan Puasa Penjualan Naik 50%
peci karakter 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seperti baju gamis atau baju koko, peci juga menjadi produk buruan saat menjelang Lebaran.
Tak hanya orang-orang dewasa, saat hari raya ini, orangtua juga melengkapi penampilan buah hatinya dengan peci.
Kini, biar dekat dengan si kecil, peci pun hadir dengan desain tokoh kartun.
Saat menunaikan ibadah puasa atau sebagai persiapan Lebaran nanti, peci karakter ini banyak dicari.
Para produsen memang sengaja menunggu momen ini untuk menggenjot penjualan mereka.
Rahman Adi, produsen peci sekaligus pemilik Rumah Soga asal Gresik, Jawa Timur mengamini hal tersebut.
Menjelang bulan puasa lalu dia sudah mempersiapkan stok.
Sebab, dia memprediksi penjualan bisa naik sekitar 50% dari bulan biasanya.
Hanya, ada perubahan waktu pembelian dari konsumen yaitu masa belanja baru dimulai pada pertengahan sampai mendekati akhir bulan puasa.
"Untuk tahun ini di awal bulan yang biasanya ramai permintaan, sekarang masih sepi mungkin karena THR dan gaji belum turun," kata Rahman kepada Kontan, Minggu (27/5/2018) lalu.
Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar, Adi bersama perajinnya harus rela bekerja lembur.
Dia dibantu empat orang karyawan di tahap produksi.
Tokoh karakter yang menjadi tren kali ini adalah Tayo (karakter kartun bus) dan Cars (mobil). Desain lainnya yang juga disiapkan adalah Spiderman, Sponge Bob, Patrick, dan lain-lain.
Menyasar konsumen kalangan menengah, harga produknya dipatok Rp 40 ribu per pices atau Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu per kodi.
Memanfaatkan media digital sebagai tempat berjualan, konsumennya pun menyebar mulai dari kota-kota di Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatera.
"Rata-rata setiap konsumen membeli lebih dari lima kodi," jelasnya.
Muhammad Anhar Chunani, pengusaha peci lainnya asal Gresik, Jawa Timur mengaku permintaan di momen Ramadan ini naik sampai 100% dari bulan biasanya.
Tren kenaikan ini sudah terlihat sejak sebelum bulan puasa tiba.
Untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan, laki-laki yang lebih akrab disapa Anhar ini mengaku telah membuat stok sejak sebulan lalu.
Kini, ke 12 pengrajinnya pun tetap harus kerja lembur hingga dini hari.
Asal tahu saja, laki-laki berusia 27 tahun ini membuat peci karakter dengan cara dilukis berbeda dari kebanyakan pengrajin lainnya yang menggunakan teknik soga.
"Saya ingin membuat variasi yang berbeda saja, agar pasar lebih ramai," katanya.
Menggunakan cara tradisional dalam produksi, peci buatannya dibanderol Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per pieces.
Sayangnya, dia enggan menyebutkan total omzet yang didapatkannya.
Memanfaatkan penjualan melalui sistem online, membuat jangkauan konsumennya cukup luas mulai dari Lamongan, Tuban, Banyuwangi, Makassar, hingga Sangatta.(kontan)
Tags
Gresik
Editor: muhammadazhim
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved