Disebut Terima Dana Pinjaman PT SMI Rp 1,5 Miliar, Gunadi Ibrahim Siap Beber di Pengadilan

Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim disebut-sebut turut menerima dana hasil pinjaman Pemkab Lamteng.

Disebut Terima Dana Pinjaman PT SMI Rp 1,5 Miliar, Gunadi Ibrahim Siap Beber di Pengadilan
Twitter
Gunadi Ibrahim

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BENI YULIANTO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya Lampung Gunadi Ibrahim disebut-sebut turut menerima dana hasil pinjaman Pemkab Lampung Tengah terhadap PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 1,5 miliar.

Atas  tuduhan tersebut, Gunadi menyatakan siap membeberkan di pengadilan.

"Saya pikir, saya sebagai saksi, sah-sah saja. Bisa saja (KPK memanggil), karena ada (kader) Gerindra juga di sana (DPRD Lampung Tengah)," ujar Gunadi, Senin (4/6/2018).

Mengenai aliran dana yang disebut-sebut dalam surat dakwaan, Gunadi menyatakan akan membeberkan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Gunadi pun enggan menanggapi rumor yang menyebut ia telah mengembalikan uang tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Nanti di pengadilan. Bukan wartawan yang memastikan ada tidaknya (aliran dana). Jadi, nanti saja ya," kata mantan anggota DPR RI ini.

Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim telah dipanggil KPK sebagai saksi beberapa waktu lalu. Ini terkait kasus dugaan suap oknum anggota DPRD Lamteng dalam memuluskan pinjaman Pemkab Lamteng ke Badan Usaha Milik Negara, PT SMI.

Gunadi membenarkan telah diperiksa di KPK. Ia mengungkapkan, pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

"Istirahat salat Jumat, lalu masuk lagi. Pemanggilan (sebagai) saksi. Ya biasa saja," ujar Gunadi melalui ponsel, Jumat, 9 Maret 2018.

Mengenai materi pemeriksaan serta alasan Gunadi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka anggota DPRD Lamteng J Natalis Sinaga, Gunadi enggan menjelaskan.

"Pokoknya sebagai saksi. Kalau pertanyaannya seputar apa, saya lupa. Itu harusnya ditanyakan ke KPK," katanya.

Dalam kasus ini, Bupati Lampung Tengah Mustafa telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Bina Marga Lamteng Taufik Rahman.

Mereka diduga memberi uang suap kepada Wakil Ketua DPRD Lamteng J Natalis Sinaga dan anggota DPRD Lamteng Rusliyanto.

Suap tersebut diduga untuk memuluskan langkah Pemkab Lamteng yang meminjam dana sebesar Rp 300 miliar kepada PT SMI.

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved