Kalahkan Maladewa, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Kalahkan Maladewa, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Kalahkan  Maladewa, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
Reaksi Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan delegasi Indonesia saat ditetapkan sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB, sesuai hasil penghitungan suara di Markas Besar PBB, New York, 8 Juni 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Indonesia mengalahkan Maladewa dalam satu-satunya pemilihan untuk memperebutkan kursi di Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari mendatang, dan akan bergabung dengan badan paling berpengaruh di PBB itu bersama-sama dengan Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika, untuk periode tahun 2019-2020.

Presiden Majelis Umum PBB, Miroslav Lajcak mengumumkan hasil pemungutan suara yang berlangsung secara rahasia itu hari Jumat (8/6).

Empat negara lainnya yang mencalonkan diri tanpa lawan di Majelis Umum yang beranggotakan 193 negara itu masing-masing menerima lebih dari 180 suara.

Dari 190 negara anggota yang hadir dalam Sidang majelis Umum PBB untuk menetapkan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB melalui voting (pemungutan suara), Indonesia meraih 144 suara mengalahkan Maladewa yang meraih 46 suara.

Dukungan ini melebihi 2/3 anggota PBB.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, yang menggelar konferensi pers seusai penetapan tersebut di ruang utama General Assembly Hall, Markas Besar PBB, New York, antara lain menyatakan, terpilihnya Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para Diplomat Indonesia.

"Langkah Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB adalah wujud dari prioritas polugri Indonesia, yaitu meningkatkan peran Indonesia di tingkat global," kata Menlu Retno Marsudi.

Menurut Menteri Retno, dua hari menjelang pemilihan, tim kampanye pencalonan Indonesia telah melakukan pertemuan dengan hampir semua anggota PBB. "Saya sendiri telah melakukan lebih dari 40 pertemuan pada tingkat Menlu dan Duta Besar," imbuhnya.

Salah satu hal yang menonjol yang disampaikan negara-negara anggota PBB untuk mendukung Indonesia adalah rekam jejak diplomasi dan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global.

"Jelas sekali bahwa masyarakat internasional sangat menghargai rekam jejak Indonesia, dan melihat demokrasi dan toleransii di Indonesia sebagai aset untuk Indonesia (agar) dapat berperan aktif di Dewan Keamanan PBB," jelas Menteri Retno Marsudi.

Halaman
12
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved